Matamata.com - Anya Dwinov membandingkan menjadi publik figur zaman dulu dan sekarang. Menurut presenter cantik itu, zaman yang serba canggih sekarang membuat siapapun yang ingin terkenal dipermudah jalannya.
"Ini momen masyarakat harus bersyukur karena dulu kita harus cari-cari informasi. Masih eranya telpon umum kalau mau cari-cari casting," ujar Anya Dwinov saat ditemui di Gandaria City, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (16/2/2020).
"Sekarang dengan mudahnya mereka tidak perlu merayu dan memelas, kalau mereka tidak diterima, 'oke kalau kalian nggak suka cara dan karya gue, gue bikin channel youtube atau instagram sendiri," sambungnya.
Meski demikian, Anya juga mengeluhkan sikap publik figur generasi milenial. Sebab, mereka kerap datang ke acara mepet waktu sehingga kadang belum sempat briefing sebelum acara dimulai.
"Iya boo stress gue emang gitu (suka dateng mepet-mepet). Apalagi para millenials ini ya, kadang acara pas mulai mereka baru dateng. Ya tapi untungnya mereka orang-orangnya lebih cair ya, sambil gue raba-raba (interaksi) di atas panggung deh," tuturnya.
Di sisi lain, Anya menyebut millenials saat ini pandai mengonsep sesuatu. Mereka dapat terkenal secara individu melalui channel youtube atau instagram pribadi dengan triknya sendiri.
"Kayak aku kemarin wawancara salah satu selebgram, nggak usah kusebut namanya ya. Aku nanya kamu kan terkenal sebagai ini ini ya dengan julukan gini, dia bilang 'oh itu aku dua tahun lalu kak, sekarang aku nggak begitu. Jadi dulu katanya 'Aku pikirkan dulu bikin konsep seperti ini seiring waktu akan kuubah jadi seperti ini begini begini. Waww..beda ya," pungkas Anya Dwinov tercengang.
Berita Terkait
-
Ngeri! Akibat Cuaca Buruk, Helikopter Raffi Ahmad Nyaris Jatuh di Bali
-
Kabar Duka, Ayah Presenter Gilang Dirga Meninggal Dunia
-
Bangun 23 Villa Senilai Rp 12 Miliar, Vicky Prasetyo Rambah Bisnis Wisata
-
Harta LHKPN Capai Rp 1 Triliun, Raffi Ahmad Diduga Lakukan Pelanggaran Pajak
-
Cedera! Arie Untung Dilarikan ke Rumah Sakit
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo