Matamata.com - Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menjamin ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di wilayah Sulawesi menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
Direktur Pemasaran Korporat PT Pertamina Patra Niaga, Alimuddin Baso, menyatakan pihaknya telah mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi sejak awal Ramadan hingga hari raya mendatang.
"Insya Allah, masyarakat tidak perlu khawatir. Ketersediaan BBM dan LPG tercukupi sehingga masyarakat dapat tenang beribadah maupun mudik ke kampung halaman," ujar Alimuddin saat meninjau Integrated Terminal Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (15/3/2026).
Alimuddin menjelaskan, Integrated Terminal Makassar memegang peran vital sebagai tulang punggung (backbone) distribusi energi di Indonesia Timur. Sekitar 60 persen pasokan BBM untuk wilayah timur Indonesia disokong dari fasilitas ini.
Selain jalur darat, Pertamina juga memastikan kesiapan layanan avtur di Aviation Fuel Terminal (AFT) Sultan Hasanuddin. Hal ini dilakukan mengingat bandara tersebut merupakan hub penerbangan utama di Kawasan Indonesia Timur (KIT) yang akan mengalami peningkatan trafik saat arus mudik.
Untuk mengawal kelancaran distribusi, Pertamina telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idul Fitri (RAFI). Satgas ini bertugas memantau stok secara real-time serta menyiapkan layanan tambahan di titik-titik strategis arus mudik dan balik.
Senada dengan Pertamina, Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Investasi dan Ekonomi, Muhammad Mahmud Azhar Lubis, melakukan pengecekan langsung kualitas dan kuantitas BBM di sejumlah SPBU di Makassar, termasuk pangkalan LPG.
"Kami datang untuk memastikan seluruh infrastruktur dan pasokan energi aman. Hasil pantauan di lapangan menunjukkan stok sangat mencukupi dan tidak ada kelangkaan di Sulawesi Selatan," tegas Mahmud.
Menanggapi isu ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi harga minyak mentah dunia, Mahmud meminta masyarakat tetap tenang. Ia menegaskan bahwa cadangan energi nasional dalam kondisi stabil.
"Stok aman, harga LPG juga tidak naik. Kami mengimbau masyarakat tidak perlu panik atau membeli secara berlebihan (panic buying). Belilah sewajarnya sesuai kebutuhan," pungkasnya. ((Antara)
Berita Terkait
-
Kadin Indonesia Respons Keluhan Investor China soal Regulasi Tambang Nikel
-
Pasokan Batu Bara PLN Aman, DPR Ungkap Penyebab Gangguan Listrik Jawa
-
Program B50 Berlaku 1 Juli, Pemerintah Targetkan Bebas Impor Solar dan Hemat Devisa Rp157 Triliun
-
Wakil Ketua MPR Desak Kementerian ESDM Tambah Anggaran EBT pada 2027
-
Kementerian ESDM Terima Pagu Indikatif Rp27,33 Triliun untuk Anggaran 2027
Terpopuler
-
Chapter Jogja 2026 Hadirkan Ruang Pertemuan Seni, Komunitas, dan Pasar dalam Satu Ekosistem
-
Luhut Sarankan Badan Gizi Nasional Sempurnakan Program Makan Bergizi Gratis secara Bertahap
-
Prabowo Umumkan Peluncuran B50 Juli 2026, Targetkan RI Swasembada Energi
-
Presiden Prabowo di Penas KTNA XVII Gorontalo: Petani dan Nelayan Tulang Punggung RI
-
Anggaran Irigasi Pertanian 2026: Wamentan Sudaryono Targetkan Swasembada Pangan
Terkini
-
Luhut Sarankan Badan Gizi Nasional Sempurnakan Program Makan Bergizi Gratis secara Bertahap
-
Prabowo Umumkan Peluncuran B50 Juli 2026, Targetkan RI Swasembada Energi
-
Presiden Prabowo di Penas KTNA XVII Gorontalo: Petani dan Nelayan Tulang Punggung RI
-
Anggaran Irigasi Pertanian 2026: Wamentan Sudaryono Targetkan Swasembada Pangan
-
Mendikdasmen Tegaskan MPLS 2026 Harus Bebas Perpeloncoan dan Trauma