Matamata.com - Syakir Daulay dilaporkan dengan tuduhan penyebaran berita bohong dan pencemaran nama baik. Mengenai hal itu, ia mengaku belum mau memberikan tanggapannya.
"Kalau untuk tanggapan Syakir nanti dulu, dia lagi fokus sama ibadah dulu. Sekarang kan lagi Ramadan. Syakir bilang ibadahnya ditingkatin dulu nih," kata manajer Syakir, Amir, dihubungi Senin (4/5/2020).
Menurut Amir, bakal ada waktunya Syakir Daulay memberikan tanggapan terkait laporan tersebut. Hanya saja, dia belum bisa menyebut kapas pastinya.
"Syakir secepatnya akan menanggapi ya. Untuk sementara itu dulu," ujar Amir.
Syakir dilaporkan seseorang ke Polda Metro Jaya pada Senin (4/5/2020) terkait penyebaran berita bohong dan pencemaran nama baik.
Laporan dibuat menyusul tulisan di Instagram Storires Syakir yang menyebut bahwa akun Youtubenya dibajak. Padahal, pelapor sudah membeli akun Youtube tersebut senilai Rp 200 juta.
Menurut pengacara pelapor, pernyataan secara tak langsung memposisikan kliennya pelapor sebagai pembajak atau pencuri akun Youtube.
Tag
Berita Terkait
-
Syakir Daulay Disomasi Gegara Singgung Teks Proklamasi Untuk Promo Film: Lu Napa Jadi Gini Bang?
-
Syakir Daulay Panen Hujatan karena Dinilai Lecehkan Teks Proklamasi, Kini Disomasi
-
Biodata dan Agama Syakir Daulay
-
Dianggap Lecehkan Teks Proklamasi, Syakir Daulay Ramai Kena Somasi: Itu Sakral!
-
Aksi Syakir Daulay Bersama Pemuda Aceh Bangunkan Warga untuk Sahur Disorot
Terpopuler
-
Mensos: Angkatan Pertama Sekolah Rakyat Siap Luluskan 453 Siswa Tahun Ini
-
Revitalisasi Sekolah 2026: Mendikdasmen Kucurkan Rp2,6 Triliun dan Gandeng Starlink
-
Menteri LH Dorong PSEL Palembang Mampu Olah 1.000 Ton Sampah per Hari
-
The Popstival Vol. 2 Hidupkan Kembali Euforia Festival di Depok yang Lama Dirindukan
-
Cegah Kekerasan Seksual, DPR Minta Kemenag Perketat Pengawasan Pesantren
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo