Matamata.com - Tegar Septian dan Sarah Sheilka memilih ogah ambil pusing mengenai cibiran netizen.
"Kami sih biasa aja yah, netizen kan bebas berkomentar. Mereka enggak tahu kehidupan kami, mereka hanya menilai dari luar sedangkan mereka enggak tahu kami kayak gimana," kata Sarah Sheilka bersama Tegar, saat ditemui ditemui di kawasan Jalan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (5/8/2020).
Sementara Tegar Septian mengaku sudah kebal dengan segala komentar miring tentangnya. Karena hal itu kerap ia terima sejak terjun ke dunia entertaiment pada tahun 2012.
"Kalau Tegar sih sudah biasa. Apa lagi Tegar sudah dari tahun 2012 sampai sekarang pasti ada juga haters di mana-mana," ucap Tegar Septian.
Namun, Tegar Septian mengaku sesekali membalas komentar netizen jika terbawa emosi.
"Tapi kalau dia (warganet) sudah kelewatan (balas)," imbuh pelantun "Aku yang Dulu Bukan yang Sekarang" ini.
"Kalau sudah kelewatan batas baru lah Tegar (balas)," timpal Sarah Sheilka. (Evi Ariska)
Berita Terkait
-
DPR Dorong Indonesia Adopsi Kebijakan Korea Selatan untuk Tampilkan Riwayat Pelaku Bully Saat Daftar Kuliah
-
Baim Wong Pernah Jadi Tukang Bully di Sekolah, Korban Dicubit Hingga Kulitnya Biru: Abis Dia Culun
-
Atta Halilintar Ngaku Jadi Korban Bullying: dari Kecil Aku Nggak Punya Teman
-
Anak Terseret Kasus Bully, Vincent Rompies: Masih Berusaha Membuka Pintu Komunikasi Dengan Pelapor
-
Ingin Kasus Bully Anaknya Berakhir Damai, Vincent Rompies Terus Hubungi Keluarga Korban: Semua Bisa Kembali Normal
Terpopuler
-
Imbas Konflik Timur Tengah, Australia hingga Brasil Antre Minta Pupuk ke Indonesia
-
Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih, Targetkan Lompatan Besar di Agustus 2026
-
Polri Siapkan 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk Diresmikan Presiden Prabowo
-
Kemenhaj Siapkan 15 Juta Porsi Makanan Khas Nusantara untuk Jemaah Haji Indonesia
-
Prabowo Minta TNI-Polri Bersih-bersih Institusi: Jangan Ada yang Backing Judi dan Narkoba
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo