Matamata.com - Musisi Anji menceritakan mendapatkan 45 pertanyaan dari polisi saat diperiksa terkait kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (10/8/2020).
"Saya baru pertama kali dilaporkan seperti ini. Ada sekitar 45 pertanyaan. Tapi poinnya sampai e setiap pertanyaannya," jelas Anji di hadapan awal media.
Lebih lanjut, pelantun 'Bidadari Tak Bersayap' ini menjabarkan ada beberapa poin dari pertanyaan penyidik.
Poin pertama adalah soal identitas dirinya dan juga channel YouTube miliknya.
Baru kemudian tentang kronologi ketika wawancara dengan Hadi Pranoto yang tuai kontroversi tersebut.
"Intinya materi pokok perkara," tandas pria 41 tahun ini.
Anji pun berharap kasus ini cepat selesai. Ia mengakui kalau kejadian ini memberikan banyak pelajaran untuknya.
Berita Terkait
-
Selamat! Leticia Joseph Raih Juara Pertama 'GADIS Sampul 2025'
-
Akui Jalan ke Bangkok Bersama Anji, Juliette Angela Minta Masalah itu tak Perlu Diperbesar: Murni Profesional
-
Sexy Goath Ngaku Diintimidasi Kakak Anji Usai Bongkar Dugaan Perselingkuhan, Pengacara Bakal Proses Hukum
-
Dituding Selingkuh, Anji Manji Akhirnya Muncul: Situasinya Tidak Sederhana
-
Sexy Goath Tuding Anji Selingkuh dengan Istrinya, Umbar Bukti Tiket Pesawat dan Lingerie
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo