Matamata.com - Ifan Seventeen buka suara dan menjelaskan alasannya bersolo karier. Satu di antaranya, lelaki bernama asli Riefian Fajarsyah itu tak bisa terus manggung dengan band yang personelnya terus ganti.
"Jadi kalau misal ada band-band kaya, ada band dunia itu ada Dashboard Confessional itu personelnya satu orang, nah ini Seventeen satu orang tapi karena aku nggak bisa angkat bassist, gitaris, drumer secara tetap," kata Ifan Seventeen saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (30/11/2020).
Selain itu, dia mengaku ada oknum yang tak suka ia masih bertahan dengan nama bandnya. Sayangnya Ifan Seventeen tidak membocorkan lebih mendetail mengenai sosok yang dimaksud.
"Emang ada satu pihak yang pengin band ini udah nggak ada. Jadi dia nggak pengin Seventeen dipakai sebagai nama band," bebernya.
"Jadi aku sekarang solo tapi sebagai Ifan Seventeen," sambungnya.
Suami almrhumah Dylan Sahara ini juga tak mau ambil pusing dengan komentar-komentar negatif yang datang padanya karena memilih bersolo karier.
"Nggaklah (masalah lagi), itu kan cuman nama, nggak ngaruh. Kalau mikirin komentar orang nggak abis-abis," beber Ifan Seventeen.
Sekedar mengingatkan, Ifan menjadi satu-satunya anggota band Seventeen yang selamat dari tragedi bencana tsunami Tanjung Lesung 22 Desember 2018 silam. Sedangkan personel lainnya meninggal dunia.
Mereka memang dihantam tsunami saat tengah manggung di kawasan tersebut.
Berita Terkait
-
Resmi Jadi Direktur Utama PT PFN, KPK Tunggu Laporan Harta Ifan Seventeen
-
Rayakan Anniversary ke-3, Ifan Seventeen dan Citra Monica Dinner Romantis di Pinggir Pantai
-
Seventeen Cetak Sejarah Jadi K-Pop Pertama Tampil di Festival Glastonbury
-
Mengejutkan! S.Coups SEVENTEEN Jalani Operasi Ligamen, Ini Kata Pledis Entertainment
-
SEVENTEEN Kalahkan BTS, Ini Peringkat Reputasi Grup Idol Pria Januari 2024
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo