Matamata.com - Polda Metro Jaya menolak laporan Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat IB) terhadap Raffi Ahmad. Bahwa sudah ada penyelidikan terkait kasus tersebut menjadi alasannya.
"Opsi pertama kami sudah laporkan ke Polda Metro Jaya. Kami minta Kapolda untuk memanggil Raffi Ahmad, Ahok dan kawan-kawan yang hadir di sana," ujar Ketua Pekat IB, Lisman Hasibuan ditemui di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (15/1/2021).
"Kedua kami bikin laporan di SPKT dan kordinasi sama Dirkrimsus. Dan kasus ini ternyata sudah diproses di Polres Jakarta Selatan. Paling saya kordinasi sama Selatan," kata Lisman melanjutkan.
Jika laporannya disebut-sebut ditolak oleh Polda Metro Jaya dibantah Lisman. Sebab, pihak kepolisian menyarankan dirinya untuk berkordinasi kepada Polres Metro Jakarta Selatan.
Lisman menyebut bahwa laporannya telah dilimpahkan ke Polres Selatan, alih-alih ditolak. "Karena di sana sudah ada jadi kami ikut kawal saja kasus tersebut," ujar Lisman.
Seperti diberitakan sebelumnya, Raffi Ahmad menjadi artis pertama yang menerima vaksin Covid-19. Bersama Presiden Joko Widodo di Istana Presiden, Raffi Ahmad divaksin di hari pertama.
Namun di hari itu juga, ayah Rafathar ini langsung menuai kontroversi lantaran diduga melanggar protokol kesehatan saat menghadiri sebuah pesta di rumah Ricardo Gelael. Tidak sendirian, Raffi hadir bersama sang istri, Nagita Slavina dan rekan artis lainnya seperti Gading Marten, Anya Geraldine, Sean Gelael dan lainnya.
Berita Terkait
-
Polda Metro Jaya Periksa Instansi Terkait dan Ditjen Perkeretaapian Soal Kecelakaan di Bekasi
-
Mualem Kecam Pengeroyokan Warga Aceh di Polda Metro Jaya, Desak Kapolri Turun Tangan
-
Seskab Teddy, Yovie Widianto, dan Raffi Ahmad Bahas Strategi Bahasa Indonesia Mendunia
-
Rekor! Zakat Istana 2026 Tembus Rp4,3 Miliar, Tertinggi Sepanjang Sejarah
-
Kasus Dugaan Penistaan Agama Pandji Pragiwaksono, Polisi Segera Periksa Sejumlah Ahli
Terpopuler
-
Cegah DBD! Warga Kalisari Jakarta Timur, Kompak di Pertemuan Jumantik
-
Soroti Anggota Polri Ikut Ormas, Ketua Komisi III DPR: Etis Enggak Pimpinan Deklarasi?
-
Golkar Desak Badan Gizi Nasional Jamin Transparansi Penunjukan Titik SPPG
-
KSP Tegaskan Komitmen Penyelamatan Aset Negara, Satgas PKH Amankan Rp371 Triliun
-
Sentil Asas Keadilan, Menteri HAM Usul Sipil Juga Bisa Duduki Jabatan Strategis di Polri
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo