Matamata.com - Model Era Setyowati alias Sierra meminta pengamanan dari kuasa hukumnya, Razman Arif Nasution usai mengadu ke Komnas Perlindangan Anak Indonesia (KPAI).
Diungkapkan Razman, Era mengkhawatirkan keselamatannya. "Klien saya mengatakan butuh pengamanan. Saya bilang tenang, bawa kelaurga tenang kami pantau," kata Razman Arif Nasution saat konferensi pers di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (7/4/2021).
Ramzan Arif Nasution paham betul ketakutan perempuan anak satu itu. Dia bilang, wajar jika Era Setyowati takut setelah membongkar prilaku Profesor Muradi yang tak diakui.
"Karena Prof M ini bukan orang sembarangan, dia bukan saja seorang guru besar, dia bukan saja komisaris, tapi beliau punya jaringan-jaringan dan kita tahu siapa," ucap Razman.
Kekhawatiran itu rupanya dirasakan juga oleh keluarga besar Era Setyowati. Mereka merasa tertekan karena Profesor Muradi tak mengakui bayi dalapan bulan tersebut.
"Jadi saya berharap Era sehat, tegar dan keluarganya juga tertekan, termasuk di kampung. Karena berita ini sudah meledak dan sudah menjadi viral," imbuh Razman.
"Karena itu saya tidak mau klien saya tertekan dan harus dilindungi hak-haknya. Kalau ada apa-apa dengan klien saya ini saya patut menduga yang harus bertanggung jawab adalah prof M," kata Razman menambahkan.
Berita Terkait
-
Diam-Diam, Model Era Setyowati Cabut Laporan Soal Anak pada Prof Muradi
-
Usai Era Setyowati Melahirkan, Sikap Profesor Muradi Berubah
-
Razman Ungkap Keanehan Prof Muradi: Bantah Nikah, tapi Bantu Persalinan
-
Era Setyowati Ungkap Awal Perkenalannya dengan Prof Muradi
-
Era Setyowati Tantang Prof Muradi Muncul ke Publik
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo