Matamata.com - Pandji Pragiwaksono mendapatkan kritik dari netizen terkait materi stand up comedy bertema kemerdekaan Indonesia. Padahal salah satu netizen itu hanya berdasarkan pada potongan video.
"Allahu akbar. Nggak kelar-kelar masalah tersinggung gue ye," tulis Pandji Pragiwaksono di Twitter, Rabu (5/5/2021).
Sembari memberikan komentar, Pandji Pragiwaksono turut menyisipkan postingan potongan video saat dirinya menyampaikan materi Stand Up.
"Ada yang bisa jawab nggak? Indonesia lawan penjajah pakai apa? Bambu runcing? Ya nggak mungkin lah," ujar Pandji Pragiwaksono dalam video yang diunggah akun Twitter itu Selasa (4/5/2021).
"Hajarrr Belanda terus sambil bawa bambu runcing. Tar, dus mati gitu. Boro-boro nyampe untuk bisa nusuk, selemparan juga kaga (sudah) ditembak," imbuh Pandji.
Inilah yang akhirnya membuat El******0 mengkritik Pandji Pragiwaksono. Mengatakan bahwa komika 41 tahun itu tengah merendahkan para pejuang.
"Nemu video kayak gini barusan! Kepada Pandji Pragiwaksono, jelaskan maksud dari video ini. Kok saya melihat anda seolah mengolok dan merendahkan para pejuang kita dulu?" kata akun El******0.
Padahal faktanya, ada kalimat pengantar yang membuat Pandji Pragiwaksono sampai mengatakan hal tersebut.
Video tersebut sebenarnya adalah penampilan lawas Pandji Pragiwaksono. Diunggah kanal YouTube Stand Up Kompas TV, 25 September 2020.
Isi materi Stand Up Pandji Pragiwaksono
Memulai materi stand upnya, Pandji Pragiwaksono menuturkan banyak hal menarik yang bisa ditemukan di Indonesia. Namun tak menutup kemungkinan ada kekurangan di dalamnya.
"Kurang menghargai orang yang pinter ngomong. (Padahal) Saya yakin, yang membuat Indonesia merdeka adalah gara-gara orang yang pinter ngomong," kata Pandji Pragiwaksono.
Seniman ini kemudian mengambil contoh perjuangan bangsa Indonesia untuk merdeka dan mengusir penjajah.
"Ada yang bisa jawab nggak? Indonesia lawan penjajah pakai apa? Bambu runcing, ya nggak mungkin lah. Hajarrr Belanda terus sambil bawa bambu runcing. Tar, dus mati gitu. Boro-boro nyampe untuk bisa nusuk, selemparan juga kaga (sudah) ditembak," tutur Pandji Pragiwaksono.
"Kan nggak mungkin kan? Tapi pertanyaannya kemudian, kok kita tahunya Indonesia melawan penjajah dengan bambu runcing?" imbuhnya.
Ternyata kalimat "bambu runcing" itu adalah strategi Bung Karno untuk menyemangati masyarakat mengusir penjajah.
"Bung Karno, pada tanggal 17 Agustus itu memproklamirkan di Pegangsaan Timur, betul? Indonesia kan belum tahu kalau kita merdeka," ujar oaktor kelahiran Singapura ini.
Sebagai pengingat, jaman merdeka dulu belum ada televisi yang bisa menyiarkan secara langsung. Untuk itu Presiden pertama Indonesia tersebut memanfaatkan radio.
"Bung Karno tahu ini harus diberitakan. Setiap malam, beliau pidato di RRI. Membacakan proklamasi, untuk membakar semangat massa. Seperti 'Nih gue di Jakarta, tapi pengin orang-orang di daerah merasa gue ngomong sama dia.'," jelas Pandji.
Agar warga di daerah merasa dekat dengan Bung Karno, sang Presiden pun menganalogikan perlawanan dengan bambu runcing.
"Dia tahu, setiap daerah di Indonesia pasti ada pohon bambu. Maka ketika Bung Karno bilang 'Potong bambu di depan rumahmu, bikin jadi bambu runcing, hajar, usir penjajah dari tanahmu'. Itu orang di seluruh Indonesia, merasa diajak ngomong karena depan rumah mereka ada pohon bambu," paparnya.
Hingga pada akhirnya masyarakat yang mendengar pidato Bung Karno pun bersemangat dan bisa mengusir penjajah dari Indonesia pasca kemerdekaan.
Berita Terkait
-
Pandji Pragiwaksono Penuhi Panggilan Bareskrim, Garansi Keadilan Restoratif Lewat Sidang Adat
-
Menertawakan Usia 30 Tahun Bersama Priska Baru Segu Lewat 'Pertigapuluhan'
-
Tempuh Jalan Damai, Pandji Pragiwaksono Tuntaskan Sanksi Adat di Tana Toraja
-
Kasus Dugaan Penistaan Agama Pandji Pragiwaksono, Polisi Segera Periksa Sejumlah Ahli
-
Anggota DPR: Kritik Pandji Pragiwaksono dalam 'Mens Rea' Tak Perlu Dilaporkan ke Polisi
Terpopuler
-
Imbas Konflik Timur Tengah, Australia hingga Brasil Antre Minta Pupuk ke Indonesia
-
Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih, Targetkan Lompatan Besar di Agustus 2026
-
Polri Siapkan 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk Diresmikan Presiden Prabowo
-
Kemenhaj Siapkan 15 Juta Porsi Makanan Khas Nusantara untuk Jemaah Haji Indonesia
-
Prabowo Minta TNI-Polri Bersih-bersih Institusi: Jangan Ada yang Backing Judi dan Narkoba
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo