Matamata.com - Yati Octavia belakangan ini diisukan bangkrut gara-gara ketahuan jualan martabak. Meluruskan rumor miring tersebut, istri Pangky Suwito mengklarifikasi.
"Kadang-kadang gini, kita jual martabak katanya udah bangkrut ini itu. Tahu kan satu gerai berapa?" bantah Yati Octavia dalam video yang diunggah TRANS TV Official di YouTube pada Rabu (2/6/2021)
Ternyata Yati Octavia dan suaminya memang sedang fokus berbisnis kuliner. Tidak tanggung-tanggung, mereka sudah mempunyai ratusan gerai.
"Kita bikin beberapa gerai sampai ada 50 gerai, martabak bank. Bebeknya juga sudah ada 200 cabang di Purwokerto, di Jawa Tengah segala macam," terang Pangky Suwito.
Keputusan keduanya berbisnis kuliner terutama martabak sebetulnya bukan tanpa alasan. Pangky Suwito ternyata ditunjuk sebagai komisaris di sebuah perusahaan.
"Saya diangkat jadi komisaris sebuah perusahaan. Ada restoran, ada hotel. Di situ ada restorannya ada martabaknya, jadi kita bikin itu," beber Pangky Suwito.
"Sebenernya warung ayam juga ada tapi di Jawa," timpal Yati Octavia.
Seperti diketahui, Yati Octavia dan Pangky Suwito merupakan artis yang cukup populer di masanya. Buktinya Yati Octavia sudah hits sejak era 1970-an lewat sederet film yang dibintangi.
Berita Terkait
Terpopuler
-
Didukung Sang Bunda, Jirayut jadi Pemeran Utama di Film 'Cek Khodam'
-
AS Dorong Diplomasi Energi Nuklir di ASEAN, Sebut Indonesia Punya Modal Kuat
-
Menko AHY: Penerbangan RI Mulai Gunakan SAF di 2027 demi Tekan Emisi
-
Mendes Yandri Bakal Digitalisasi Program Jaga Desa untuk Cegah Penyelewengan
-
JPU Tak Dapat Hadirkan 14 Saksi di PN Jakbar, Terdakwa Reinhart Muljadi dan Tim Kuasa Hukum Kecewa
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo