Yohanes Endra | MataMata.com
Resep Cheese Souffle ala Dian Sastrowardoyo. (Instagram/@therealdisastr)

Matamata.com - Arie Kriting kembali menyuarakan keluh kesah teman-teman dari Papua terkait kabar pemilihan Nagita Slavina sebagai Duta PON XX Papua. Aktris Dian Sastrowardoyo pun ikut berkomentar tentang keputusan tersebut.

Melalui sebuah unggahan, Arie Kriting menyebutkan ada banyak perempuan Papua yang layak menjadi Duta atau Ikon PON XX Papua. Beberapa di antaranya adalah Nowela, Lisa Rumbewas, Putri Nere, dan Monalisa Sembor.

Pernyataan Arie Kriting itu rupanya dikomentari aktris sekaligus sutradara Dian Sastrowardoyo.

Baca Juga:
Nowela Diusulkan Gantikan Nagita Slavina Jadi Ikon PON XX Papua

Arie Kriting. (MataMata.com/Evi Ariska)

Dian Sastrowardoyo mengatakan bahwa tidak ada masalah dengan Nagita Slavina, tapi dia sepakat sebaiknya sosok perempuan Papua yang mewakili PON XX Papua.

"Nagita itu teman saya, tapi Indonesia itu warna-warni. Sudah waktunya saudara-saudara Papua terwakili," tulis Dian Sastrowardoyo di kolom komentar unggahan Instagram Arie.

Dian Sastrowardoyo komentari kabar penunjukkan Nagita Slavina sebagai Duta PON XX Papua. (Instagram/nenk_update)

Hanya saja, netizen malah salfok dengan pernyataan Dian Sastrowardoyo yang menyebut bahwa Nagita Slavina adalah temannya. Para netizen langsung mencibir Dian dan menganggap Dian sok akrab dengan Nagita Slavina.

Baca Juga:
Tolak Nagita Slavina Jadi Ikon PON XX, Arie Kriting: Saya Bantu Suarakan

"Dia hanya ngaku ngaku akrab," komentar netizen.

Sementara itu, Arie Kriting belakangan gencar menyampaikan keresahannya terkait Duta PON XX Papua. Dalam unggahannya, Arie Kriting mengatakan bahwa aspirasi yang disampaikan olehnya dan teman-teman di Papua merupakan bentuk perjuangan demi kehadiran perempuan Papua di event berskala Nasional.

Arie Kriting kembali komentari kabar penunjukkan Nagita Slavina sebagai Duta PON XX Papua. (Instagram/arie_kriting)

"Aspirasi kami adalah untuk memperjuangkan kehadiran Perempuan Papua di event Nasional yang digelar di tanah mereka. Baik sebagai ikon mau duta, apa pun istilahnya yang terutama adalah representasi itu ada. Hal ini bisa menghindarkan bangsa kita dari sikap Kultural Apropriasi, karena tidak menghadirkan perempuan Papua dengan gambaran yang jelas," tulis Arie Kriting.

Baca Juga:
Gantikan Nagita Slavina, 4 Perempuan Ini Dinilai Lebih Cocok Jadi Ikon PON

"Pilihannya ada banyak kok, Nowela, Lisa Rumbewas, Putri Nere, Monalisa Sembor, dan masih banyak lagi lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Keresahan ini sebenarnya hadir di dalam pikiran banyak orang. Semoga kita bisa sama-sama mendorong agar representasi Perempuan Papua pada ajang yang diadakan di daerah mereka sendiri, bisa terwujud. Mari menjadi bangsa yang menghormati perbedaan."

Load More