Rosiana Chozanah | MataMata.com
Tya Ariestya (Instagram/@tya_ariestya)

Matamata.com - Suami aktris Tya Ariestya, Irfan Ratinggang, ternyata memiliki ketakutan atau fobia yang membuatnya tidak dapat berada di dalam ruangan sempit. Ketakutan ini disebut claustrophobia.

Hal ini diketahui saat Tya dan suaminya akan mencoba naik helikopter, pada Selasa (15/6/2021) kemarin.

Awalnya Irfan barusaha untuk tenang saat sudah berada di dalam helikopter. Tetapi beberapa detik sebelum terbang, ia harus turun lantaran takut.

Baca Juga:
Tya Ariestya Curhat Anaknya Mengalami Nasib Apes: Kepala sampai Benjol

Suami Tya Ariestya takut naik helikopter (Instagram)

"Detik-detik mau naik heli, maap udah nutup pintu ku ketok-ketok karena ayah gak berani naik akhirnya," tulis wanita 35 tahun tersebut dalam unggahan Instagram Story.

"Tetap jiwa aku mah ya, udah ngerti banget ayah gak mau maksa. Udah pucet mukanya ayah," sambung Tya.

Tya pun menjelaskan bahwa sang suami memiliki claustrophobia, dan saat ini sedang dalam tahap perawatan atau treatment dan kondisinya sudah mulai membaik.

Baca Juga:
Tya Ariestya Girang Diperbolehkan Pulang: Yeay Lebaran di Rumah!

Suami Tya Ariestya takut naik helikopter (Instagram)

"Awalnya gak bisa naik lift, nonton bioskop, naik pesawat, atap yang rendah, tapi semua berangsur membaik. Semangat ayah, biar kita bisa long flight ya next time," ungkap Tya.

Namun, kini Irfan sudah bisa naik lift dan melakukan penerbangan jarak dekat asalkan ia duduk di bagian lorong dan bagian depat terdapat ruang yang cukup lega di pesawat.

"Aku yakin banget di luar sana banyak juga yang ngerasain kayak gini. Jangan terlalu khawatir pendampingannya, harus support! Intinya kalo aku, pelan-pelan aja, jangan dipaksa dan jangan terlalu ditanya-tanyain. Bikin senyaman mungkin, jangan sampai ada memori terakhir yang gak enak, biar ke depannya bisa nyaman," pesan Tya.

Baca Juga:
Anak Tya Ariestya Menangis Lihat Wajah Ibu, Penyesalan Terucap

Menurut Alodokter, penderita claustrophobia umumnya akan merasa panik, cemas, takut, atau gugup ketika sedang berada di ruangan sempit, gelap, atau penuh sesak.

Penyebab pastinya belum diketahui, tetapi salah satu faktornya adalah pengalaman yang tidak menyenangkan di masa lalu, seperti pernah mengalami turbulensi saat naik pesawat atau terjebak dalam terowongan serta gua sempit.

Gejala lainnya yang dialami penderita adalah berkeringat, gemetar, pusing, mual, nyeri dada, mulut kering, sulit bernapas, hingga detak jantung cepat.

Baca Juga:
Kondisi Tya Ariestya Masih Mencemaskan Usai Dilarikan ke RS

Load More