Matamata.com - Adik kandung Attalarik Syach, Attila Syach santai menanggapi laporan dari mantan istrinya, Bunga Sophia atas dugaan tindakan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Lelaki yang sebelumnya juga pernah menikah dengan Wulan Guritno itu mengaku sudah pernah dilaporkan ke polisi belasan tahun lalu.
Meski tak menjelaskan kasusnya, Attila menyebut sudah pernah berurusan dengan hukum 16 tahun lalu.
"Saya sudah biasa dilaporkan dari 16 tahun lalu," kata Attila Syach seraya tertawa usai jalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (28/6/2021).
Atilla bersyukur dirinya bisa kuat menghadapi laporan tersebut. Buktinya, ia masih ada di sini hari ini.
"Tapi Alhamdulillah yaa saya masih berdiri hari ini," lamjutnya.
Meski begitu ia tak menyalahkan upaya Bunga Sophia agar dirinya terjerat hukum. Bagi Attila, hal itu merupakan hak setiap warga negara.
"Tapi siapapun berhak menggunakan haknya sebagai warga negara yaa," ucap Attila.
Tak panjang lebar, Atilla lantas pamit meninggalkan awak media. Di masa pandemi Corona seperti ini, ia merasa harus segera pulang jika tak berkepentingan.
"Lagi masa pandemi nih, kita minta maaf juga (tak bisa banyak respon)," terangnya.
Attila Syach baru saja jalani pemeriksaan atas laporan dari Bunga Sophia terkait dugaan tindak KDRT. Sekira 30 pertanyaan dihadapi Attila saat jalani pemeriksaan perdananya sebagai tersangka.
Attila disangkakan pasal 45 undang-undang kekerasan dalam rumah tangga. Atas sangkaan tersebut, jika terbukti, Attila bisa dihukum penjara tiga tahun.
Berita Terkait
-
Putra Attila Syach Berkelahi Melawan 3 OTK yang Bawa Kabur Kardin
-
Anak Attila Syach Diduga Diculik oleh Bunga Sophie Sang Mantan Istri
-
Hamil di Luar Nikah, Wulan Guritno Disentil Attila Syach: Dia Pingsan Gua Tinggal
-
6 Artis Pisah Lama dari Anak, Attila Syach Baru Sekali Ketemu Shaloom dalam 20 Tahun
-
Lama Tak Berjumpa Shalom, Attila Syach Minta Putrinya Jaga Diri dalam Pergaulan
Terpopuler
-
Soroti Anggota Polri Ikut Ormas, Ketua Komisi III DPR: Etis Enggak Pimpinan Deklarasi?
-
Golkar Desak Badan Gizi Nasional Jamin Transparansi Penunjukan Titik SPPG
-
KSP Tegaskan Komitmen Penyelamatan Aset Negara, Satgas PKH Amankan Rp371 Triliun
-
Sentil Asas Keadilan, Menteri HAM Usul Sipil Juga Bisa Duduki Jabatan Strategis di Polri
-
Menkum Supratman Ingatkan ASN Tak Main-main dengan Layanan Publik Usai Rentetan Kasus Korupsi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo