Matamata.com - Deddy Corbuzier protes ke Luhut Binsar Pandjaitan selaku Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi terkait kebijakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) darurat. Mantan suami Kalina Oktarani itu protes lantaran kebijakan itu memiliki nama yang berbeda-beda.
"Tapi kenapa namanya ganti-ganti pak? Namanya bikin bingung, nanti PPKM Neraka, hahaha," tanya Deddy Corbuzier dikutip dari Podcastnya, Rabu (7/7/2021).
"Ya nggak juga, kan ada PPKM Mikro sama darurat, dua aja hahaha," jawab Luhut Pandjaitan seraya tertawa.
Luhut Pandjaitan menjelaskan kebijakan PPKM itu merupakan keputusan pemerintah pusat. Menimbang keadaan Jakarta saat ini, nama PPKM Darurat dirasa tepat.
"Mikro ini kita mau seperti di Jakarta beberapa spot-spot aja kita buat, nah di keadaan darurat sekarang ini kita ambil lebih besar lagi," jelas Luhut Pandjaitan.
Deddy Corbuzier pun mempertanyakan kenapa tak sekalian mengambil kebijakan lockdown total untuk Jakarta. Namun, Luhut Pandjaitan menyebut rakyat Indonesia bisa mati semua jika Jakarta lockdown total.
"Tidak segampang itu Ded, mati semua rakyat nanti kalau kita lockdown," beber Luhut Pandjaitan.
"Makanya saya bilang tadi proses pengambilan keputusan itu tidak satu angle aja kita perhatikan," sambungnya.
Luhut Pandjaitan juga menjawab keluhan warganet yang membandingkan Indonesia dengan Singapura. Diketahui, Singapura mencanangkan virus Covid-19 setara dengan virus flu biasa.
Di situ, Luhut Pandjaitan kembali tertawa. Pasalnya, Indonesia dan Singapura adalah negara yang berbeda sistem dan jumlah penduduk.
"Hahaha gini Ded, ngurus 6 juta orang dengan ngurus 270 juta orang, ngurus satu pulau dengan 17 ribu pulau, ngurus yang banyak kungfu nya aneh-aneh lagi, beda lah. Nggak adil juga (disamakan)," tutur Luhut Pandjaitan.
Berita Terkait
-
Koster Minta Dukungan Luhut agar Bali Dapat Insentif Khusus Infrastruktur
-
Luhut Usulkan Reformasi Pasar Modal ke Presiden: Indonesia Bisa Tiru India
-
Resmi! Sabrina Chairunnisa Gugat Cerai Deddy Corbuzier
-
Prabowo Siapkan Keppres untuk Tuntaskan Utang Kereta Cepat Whoosh, Tanpa Sentuh APBN
-
Awalnya Dijodoh-jodohkan Deddy Corbuzier, Jirayut dan Halda Pamer Kemesraan: Aduh Tatapan Matanya
Terpopuler
-
Imbas Konflik Timur Tengah, Australia hingga Brasil Antre Minta Pupuk ke Indonesia
-
Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih, Targetkan Lompatan Besar di Agustus 2026
-
Polri Siapkan 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk Diresmikan Presiden Prabowo
-
Kemenhaj Siapkan 15 Juta Porsi Makanan Khas Nusantara untuk Jemaah Haji Indonesia
-
Prabowo Minta TNI-Polri Bersih-bersih Institusi: Jangan Ada yang Backing Judi dan Narkoba
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo