Matamata.com - Tina Toon, anggota DPRD DKI Jakarta, meluapkan protes keras di Rapat Paripurna beberapa waktu lalu. Tina Toon protes lantaran memprotes keputusan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengenai adanya balapan Formula E.
Bahkan, pada kesempatan itu Tina Toon sampai menggebrak meja membahas keputusan sang gubernur soal kompetisi balap berskala internasional. Ia mengatakan ajang itu tak membuat rakyat makmur di tengah pandemi.
"Tentang balapan Formula E. Balapan nggak bikin kenyang ketua," ujar Tina Toon dalam video yang diunggahnya di Instagram, Selasa (28/9/2021).
Secara terbuka, Tina Toon mengatakan masih banyak kepentingan lain yang bisa diurus pemerintah Jakarta ketimbang mengadakan Formula E. Apalagi biayanya mencapai ratusan miliar rupiah.
"Kita juga ini masih Covid-19, banjir," terang pemilik nama asli Agustina Hermanto tersebut.
Tina Toon menilai bahwa balapan Formula E hanya membuang uang rakyat. Padahal saat ini masyarakat menghadapi kesulitan karena pandemi virus corona.
"Kami hanya ingin bertanya untuk program pemprov yang kami nilai tidak pro rakyat. Formula E akan mengeluarkan uang rakyat yangfantastis, triliunan kalau lanjut," ujarnya memberikan gambaran.
Ketimbang melanjutkan acara tersebut, ada baiknya anggaran itu dialihkan untuk kesejahteraan masyarakat.
"Anggaran diprioritaskan untuk pemulihan Covid-19 dan banjir," tuturnya.
Tina Toon mengatakan, rapat paripurna beragendakan interpelasi terhadap Gubernur Anies Baswedan nyaris ditunda. Hal itu dikarenakan jumlah yang hadir tidak kuorum.
Namun ia bersikukuh menyampaikan pertanyaan dan sebagai perwakilan rakyat khususnya di DKI Jakarta.
"Ini hak bertanya kami sebagai wakil rakyat yang disumpah menjaga uang rakyat," terang Tina Toon. Semoga dalam waktu dekat bisa dijadwalkan kembali, sehingga kami bisa bertanya dan pemprov menjawab," ujar Tina mengakhiri caption.
Warganet yang melihat aksi Tina Toon memberikan apresiasi. Mereka berharap, perjuangan tersebut bisa membuahkan hasil.
"Nggak nyangka bolo-bolo sekarang bisa gebrak meja begini. Terharu aku. Semangat ya bolo-boloku," kata @pipitnurcahyaningrum.
"Tepat sasaran, Formula E tidak bikin kenyang, cuma demi gengsi semata," kata @liaw_jimmy.
Sebelum Tina Toon, Giring Ganesha juga bersuara lantang menentang adanya Formula E. Mantan vokalis band Nidji itu bahkan sampai menyebut Anies Baswedan sebagai sosok pembohong.
"Dia (Anies) mengaku, tidak ada dana untuk mengatasi Covid-19 dan meminta pemerintah pusat mengambil alih penanganan untuk rakyat Jakarta," kata Giring.
Namun disaat Anies Baswedan mengatakan tidak ada dana, ia justru mampu menggelontorkan uang untuk Formula E.
"Uang satu triliun ia keluarkan untuk rencana balapan mobil Formula E. APBD Jakarta yang begitu besar, dia belanjakan untuk kepentingan ego pribadi maju sebagai Calon Presiden 2024," imbuh Giring memaparkan.
Berita Terkait
-
Hari Pertama Tayang, 'Titip Bunda di Surga-Mu' Bikin Bioskop Banjir Air Mata hingga Dipuji Anies Baswedan
-
Transformasi Jadi Parpol, Gerakan Rakyat Tegaskan Dukung Anies Baswedan di Pilpres
-
Prabowo di Munas PKS: Saya Tak Simpan Dendam pada Anies
-
Anies Baswedan Jenguk Tom Lembong di Rutan Cipinang Usai Kabar Abolisi dari Presiden
-
Ucapan Pendeta Gilbert Lumoindong ke Anies Baswedan Viral Lagi, Auto Diprotes: Masuk Politik Aja
Terpopuler
-
Soroti Anggota Polri Ikut Ormas, Ketua Komisi III DPR: Etis Enggak Pimpinan Deklarasi?
-
Golkar Desak Badan Gizi Nasional Jamin Transparansi Penunjukan Titik SPPG
-
KSP Tegaskan Komitmen Penyelamatan Aset Negara, Satgas PKH Amankan Rp371 Triliun
-
Sentil Asas Keadilan, Menteri HAM Usul Sipil Juga Bisa Duduki Jabatan Strategis di Polri
-
Menkum Supratman Ingatkan ASN Tak Main-main dengan Layanan Publik Usai Rentetan Kasus Korupsi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo