Matamata.com - Pelawak senior Nurul Qomar membeberkan kondisi kesehatannya yang kini sedang menderita kanker usus stadium 4C.
Dia menceritakan konsultasinya dengan dokter yang merawatnya di rumah sakit. Pasalnya, dokter menilai dirinya terancam tak akan berumur panjang.
"Testimoni katanya rata-rata lewat (meninggal), tidak ada yang lama, kalau sudah stadium 4C. Artinya secara fisik, Abah terancam berumur pendek," kata pria 61 tahun ini saat ditemui di RSUD kota Tanggerang, Banten, Kamis (14/10/2021).
Walau demikian, Qomar percaya hanya Tuhan yang dapat menentukan takdir dirinya soal umur.
"Tapi sekali lagi kan secara spritual itu kan wilayah kekuasan ketuhanan," ujar personel grup lawak Empat Sekawan ini.
Lagi pula, saat dirinya mengidap penyakit tersebut, Qomar mendapatkan banyak hikmah yakni lebih dekat dengan Sang Pencipta.
"Dengan kondisi begini, secara ini momentum untuk membangun rasa akrab kita dengan Tuhan," imbuh Nurul Qomar.
Sebelumnya, komedian Qomar sempat menjalani terapi. Kemoterapi itu dilakukannya sebanyak dua kali dalam sebulan. Hal itu harus dilakukan selama enam bulan.
Kini, kondisi Qomar jauh lebih baik dari sebelumnya. Komedian yang sempat tersandung ijazah palsu ini sedang mengalami masa pemulihan. (Muhammad Anzar Anas)
Berita Terkait
-
Viral, Makam Komedian Nurul Qomar Amblas dan Tak Terurus: Warga Pertanyakan Peran Keluarga
-
Mengejutkan, Komedian Nurul Qomar Idap Kanker Usus Stadium 4, Ini Kata Dokter
-
Idap Kanker Usus, Pelawak Qomar Butuh Biaya Besar untuk Kemoterapi
-
Anak Ungkap Kondisi Terkini Pelawak Nurul Qomar Usai Pengangkatan Tumor
-
Pelawak Nurul Qomar Sakit Tumor Usus, Begini Kondisinya Usai Operasi
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo