Matamata.com - Idang Rasjidi meninggal dunia pada hari Sabtu (4/12/2021) sekitar pukul 23.35 WIB. Jenazah sang musisi jazz tersebut rencananya akan dimakamkan di TPU Kampung Kandang.
"Akan dimakamkan di TPU Kampung Kandang Jagakarsa habis dzuhur ya," ucap sahabat Idang Rasjidi, Jilly Likumahuwa kepada MataMata.com, Minggu (5/12/2021).
Saat ini, jenazahnya masih berada di RS Azra Bogor. Meski belum dipastikan kapan administrasi selesai, dipastikan jenazah akan dimakamkan ba'da dzuhur.
"Saat ini jenazah masih di Bogor, rencana dari sini jam 10 ya, tapi belum tahu, yang pasti dimakamkan ba'da dzuhur di Kampung Kandang," jelasnya.
Jilly Likumahuwa pun masih terdengar berduka sehingga belum bisa bicara banyak. Ia hanya memohon doa agar mendiang Idang Rasjidi diberi tempat terbaik di sisi Tuhan. "Mohon doanya ya," tuturnya.
Kabar meninggalnya Idang Rasjidi mulanya disampaikan sang putra, Shadu Rasjidi melalui Instagram.
Sebelum meninggal, Idang Rasjidi memang dikabarkan mengalami penyakit komplikasi yang cukup serius. Bahkan menurut Jilly Likumahuwa, sang musisi akan menjalani operasi amputasi.
Idang Rasjidi adalah seorang musisi jazz asal Indonesia yang dikenal karena kemampuannya memainkan piano.
Dia dapat memainkan piano sebagai suara satu dan dengan vokalnya sendiri sebagsi suara dua menirukan suara dari berbagai alat musik seperti trumpet, trombone, dan perkusi.
Baca Juga
Berita Terkait
Terpopuler
-
Atasi Penumpukan Kontainer Tanjung Priok, Menkeu Purbaya Desak Regulasi Denda Importir
-
Mensesneg Respons Usulan Menteri HAM soal Jabatan Sipil dalam Revisi UU Polri
-
Menkeu Purbaya Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tak Bebani Fiskal Nasional
-
Melalui Lagu 'Aku Bisa', Rucky Markiano Bangkit dari Luka dan Keterpurukan
-
Kunjungan Wisman April 2026 Naik, Devisa RI Tembus Rp68 Triliun
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo