Matamata.com - Kabar mengejutkan datang dari Iqlima Kim yang memutuskan mundur sebagai asisten pribadi Hotman Paris Hutapea. Ia merupakan Aspri ke-9 pengacara kondang 63 tahun ini.
Iqlima Kim merasa tidak tahan dengan perlakuan Hotman Paris kepada dirinya. Terlebih ada ucapan yang tak mengenakan dan mengarah pada pelecehan verbal.
"Ada kata-kata beliau yang menurut aku sangat menyinggung status," kata Iqlima Kim dikutip dari tayangan Celeb 360 di Vidio.com, Kamis (14/4/2022).
Salah satunya soal popularitas yang didapatkan Iqlima Kim saat menjadi asisten pribadi Hotman Paris.
"Beliau itu seolah-olah mengingatkan aku bukan siapa-siapa tanpa dia," terang ibu satu anak ini.
Iqlima Kim yang mendapatkan popularitas itu akhirnya melepaskan. Ia tidak mau batin tersiksa karena hal-hal yang dialami sebagai asisten pribadi.
"Lebih baik menghindar daripada sakit hati," ujarnya sambil menangis.
Selain ucapan yang tak mengenakan hati, Iqlima Kim pun kerap cekcok dengan Hotman Paris. Akumulasi dari ketidaknyamanan itu membuat dia memutuskan mundur.
"Kami sering berbeda pendapat, debat, cekcok. Aku sudah bilang sama dia, aku nggak bisa. Aku orangnya nggak bisa dikerasin, terlalu ditegaskan, jadi aku nggak bisa, cukup," katanya memaparkan.
Tapi bisa saja ia menduga mentalnya yang cukup lemah menghadapi masalah ini. Hal itu jika ia membandingkan diri dengan sejumlah asisten pribadi Hotman Paris yang lain.
"Mungkin aku aja yang terlalu lemah. Aku lihat kok hanya aku saja yang bertolak belakang dengan beliau," ungkapnya.
Berita Terkait
-
Klarifikasi Raffi Ahmad Soal Namanya Terseret Kasus Blueray Cargo: Cuma Foto Bareng
-
Hotman Paris Tegaskan Nadiem Tak Terima Uang dari Proyek Chromebook
-
Hotman Paris Ungkap Alasan Menolak Dampingi Paula Verhoeven, Soroti Fenomena "No Viral No Justice"
-
Hotman Paris dan Paula Verhoeven Pertanyakan Putusan Hakim terkait Dalil Selingkuh dalam Sidang Cerai dengan Baim Wong
-
Hotman Paris Tawarkan Paula Verhoeven Jadi Asprinya, Tegaskan Dukungan Usai Perceraian dengan Baim Wong
Terpopuler
-
Ketua Exco Partai Buruh Papua Tengah, Dukung Said Iqbal Atasi Kasus 8.300 PHK Karyawan PT Freeport Indonesia
-
Trump Ancam Kenakan Tarif Impor 100 Persen bagi Negara Pengumpul Pajak Digital
-
Menyesal! Davina Karamoy Tak Kuasa Tahan Tangis di Film 'Andai Waktu Bisa Diulang Kembali'
-
Menteri Kebudayaan: Ruang Kreatif Komunitas Strategis bagi Keberlanjutan Budaya
-
Akademisi UPN Veteran Yogyakarta Sebut Paparan Presiden Prabowo Perkuat Pemahaman Aliran Bernegara
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo