Matamata.com - Setelah lama tak muncul ke publik, nama Erie Suzan sedang menjadi sorotan saat ini. Hal ini lantaran dirinya mengungkapkan alasan yang penting mengapa berhenti menjadi juri Dangdut Academy.
Eris Suzan sendiri memang sudah melalang buana dalam dunia industri hiburan Indonesia, terutama dangdut. Tak hanya dikenal dengan beberapa single-nya, namun kemampuannya menjadi juri.
Ia pernah menjadi juri tamu di Dangdut Academy musim ketiga. Kemudian pada musim kelima, ia sempat menjadi juri baru namun memilih berhenti.
Memilih untuk diam selama beberapa waktu, akhirnya ia membua suara. Momen ini ia sampaikan ketika berbincang dengan YouTuber Afdhal Yusman.
Video ini diunggah oleh Afdhal Yusman di YouTube pada Rabu (28/9/2022) kemarin. Sampai Kamis (29/9/2022), videonya ini sudah ditonton sampai 304 ribu kali.
Pada pertemuan tersebut, Erie Suzan ternyata tidak sendiri. Ia ditemani oleh mantan juri Dangdut Academy lainnya, yaitu Beniqno.
Melalui video tersebut, keduanya terutama Erie Suzan berbicara mengenai bagaimana menjadi juri di acara bergengsi seperti DA. Ternyata tak semua yang ada sesuai dengan konsep yang juri miliki.
Apalagi saat ini, mereka yang dianggap good looking menjadi lebih mudah untuk lolos ke babak berikutnya. Persoalan paras ini dianggap bisa jadi pertimbangan bagi stasiun televisi.
Baca Juga
Namun baik Erie maupun Afdhal mengutarakan semuanya dengan lebih hati-hati. Hingga akhirnya, Erie mengungkapkan alasannya keluar dari DA dalam tiga kata.
"Karena malas beragumen," kata Erie Suzan.
Erie menambahkan bahwa konsep yang terbaik menurutnya ini mungkin dipengaruhi dari awal karirnya di dunia dangdut. Apalagi ia tak memulai dari televisi, melainkan festival-festival di daerah.
Berita Terkait
-
Viral Merokok dan Main Gim saat Rapat Stunting, Anggota DPRD Jember Disidang Etik Gerindra
-
Napi Korupsi di Kendari Viral di Kedai Kopi, Petugas Rutan Dicopot dan Dipindahkan
-
Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-67 Titiek Soeharto dari Paris
-
Kawendra Lukistian: Kasus Amsal Sitepu Cederai Semangat Presiden Prabowo Majukan Ekraf
-
Viral Troli Jadi Mainan 'Kereta-keretaan', Bandara Lombok Tegaskan Aturan Fasilitas
Terpopuler
-
Soroti Anggota Polri Ikut Ormas, Ketua Komisi III DPR: Etis Enggak Pimpinan Deklarasi?
-
Golkar Desak Badan Gizi Nasional Jamin Transparansi Penunjukan Titik SPPG
-
KSP Tegaskan Komitmen Penyelamatan Aset Negara, Satgas PKH Amankan Rp371 Triliun
-
Sentil Asas Keadilan, Menteri HAM Usul Sipil Juga Bisa Duduki Jabatan Strategis di Polri
-
Menkum Supratman Ingatkan ASN Tak Main-main dengan Layanan Publik Usai Rentetan Kasus Korupsi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo