Matamata.com - Meghan Markle lagi-lagi menjadi bahan omongan publik di Inggris ketika kembali ke kampung halaman suaminya, Pangeran Harry. Kali ini, kehadirannya tak hanya mengundang perhatian publik namun sampai kritikan dari berbagai pihak.
Melansir dari laman Daily Mail, wanita kelahiran Amerika Serikat ini datang ditemani oleh Pangeran Harry. Ia datang dengan gaun mera menyala polos dari Maison Valentino.
Sementara itu, sang pangeran, Harry mengenakan setelan polos hitam seperti biasanya. Kedatangan keduanya sempat disambut dengan meriah sebelum muncul ratusan orang dengan spanduk-spanduk protes.
Kedatangan Meghan Markle ke Inggris tak lain untuk hadir di sebuah acara bergengsi bernama KTT One Young World di Manchester. Ibu dari Archie itu menyampaikan pidato yang spesial mengenai kesetaraan gender.
Sayangnya, tak seperti yang tersebar di beberapa media sosial, banyak yang justru memberikan kritikan kepada Meghan. Hal ini lantaran ia menyebutkan 54 kali 'dirinya sendiri' dalam pidato selama tujuh menit tersebut.
Beberapa pihak menyebutnya sebagai sosok yang hanya membanggakan diri. Walaupun begitu, ia sempat menyinggung seperti apa hubungan dengan Harry mengubah segalanya.
"Dalam banyak hal saya mungkin sangat mirip dengan Anda, saya masih muda, ambisius," kata Meghan melalui pidatonya.
Pidatonya mungkin mendapatkan banyak tepuk tangan dari dalam ruangan. Namun berbanding terbalik dengan massa yang berkumpul di luar, yang menyebutnya sebagai fake royal.
Tak hanya itu, ada beberapa spanduk yang menuliskan bahwa Meghan Markle adalah seorang feminis yang palsu. Belum lagi dengan ocehan bahwa Meghan selama ini hanya memanfaatkan Harry dan menjadi pemanjat sosial.
Berita Terkait
-
Dampingi Kunjungan Presiden Prabowo, Menko Airlangga Luncurkan Kemitraan Ekonomi Indonesia-Inggris
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
-
Indonesia Pulangkan Dua Narapidana Asal Inggris Pekan Ini
-
Meghan Markle Dihantam Gugatan Rp160 Miliar dari Penonton Netflix Gara-Gara Garam Mandi
-
Ini Alasan Camillia Azzahra Pilih Kuliah Di Inggris Daripada Institut Teknologi Bandung
Terpopuler
-
Wakapolri Imbau Pemudik Hubungi Hotline 110 Jika Alami Gangguan di Jalan
-
Menko AHY: Tata Ruang Adalah Panglima dalam Pembangunan Infrastruktur
-
Saudi Kedepankan Diplomasi Redakan Eskalasi di Timur Tengah, Jamin Keamanan Haji
-
Prabowo Tegaskan Kekayaan Alam Milik Bangsa, Pengusaha Batu Bara dan CPO Wajib Utamakan Kebutuhan Domestik
-
Stok Beras Melimpah, Mentan Amran Lapor ke Presiden Prabowo Capaian PDB Pertanian Tertinggi dalam 25 Tahun
Terkini
-
Inspiratif! Magdolin Boukhary Tekankan Transformasi Budaya dan Kepemimpinan Nilai di MEYS 2025
-
Suara Segar dari MEYS 2025: Manal Boujnir Dorong Pemuda Muslim Peduli Lingkungan
-
MEYS 2025: Nida Saithi Bicara Kepemimpinan Etis dan Literasi Hukum untuk Generasi Muda
-
Joneri Alimin Jadi Sorotan di MEYS 2025, Bicara Diplomasi Ekonomi dan Peran Pemuda Muslim
-
MEYS 2025: Pemuda Dunia Jalani Kompetisi di Makkah, Ini Daftar Pemenangnya!