Matamata.com - Jadi cucu Presiden Joko Widodo, Jan Ethes memang selalu mencuri perhatian.
Putra Gibran Rakabuming dan Selvi Ananda ini pun selalu terlihat ceria dan aktif dalam berbagai kegiatan yang ia lakukan.
Salah satunya, saat ia menghadiri acara 17 Agustus di Istana Merdeka loh.
Hal ini diketahui dari unggahan akun Instagram @janethesss pada hari Sabtu (17/8).
Tampilannya sangat memukau dan menggemaskan banget dengan busana nuansa hijau.
Saat itu, Jan Ethes mengenakan sepatu dengan nuansa hitam dan dihias dengan detail bordir bentuk lebah yang manis..
Bukan sepatu biasa, ternyata ia pakai brand Gucci dengan model full embroidery.
Sepatu dengan nama Jordaan Embroidered Leather Loafers ini dibanderol harga € 585 atau setara dengan Rp 9,2 juta loh.
Duh mahal abis ya sepatu hitam Jan Ethes....
Berita Terkait
-
Mensesneg Minta Maaf atas Potensi Kemacetan akibat Gladi HUT RI ke-80 di Istana Merdeka
-
Presiden Prabowo Akan Lepas Langsung Karnaval Kemerdekaan pada Malam 17 Agustus
-
Pertama Kalinya, Istana Gelar Pesta Rakyat Usai Upacara 17 Agustus
-
Ribut-ribut Ijazah Jokowi, Pernyataan Megawati Disentil Golkar
-
Dukung Pariwisata, Kaesang Pangarep Rekomendasikan Hanok Herison Pegiai, Jadi Calon Bupati Paniai
Terpopuler
-
Piala Asia 2026: Timnas Futsal Indonesia Gelar Dua Uji Coba Tertutup Lawan Tajikistan dan Jepang
-
Istana: RUU Penanggulangan Disinformasi dan Propaganda Asing Masih Sebatas Wacana
-
Wamenhaj Coreat Enam Calon Petugas Haji karena Tak Jujur Soal Riwayat Penyakit
-
Prabowo Koreksi Desain IKN: Tambah Embung dan Perkuat Antisipasi Karhutla
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
Terkini
-
8 Tips Liburan Hemat ke Bandung yang Patut Dicoba
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya