Uya Kuya dan istri, Astrid. (Ismail/Suara.com)
Matamata.com - Kini giliran Astrid Kuya yang mendapatkan komentar miring dari netizen.
Hal ini bermula saat Astrid memamerkan fotonya di Instagram miliknya.
Dalam beberapa potret, Astrid nampak menenteng tas yang sama.
''Tasnya itu-itu mulu ga ada yang lain mbak @astridkuya.'' tulis @ricks_nha.
Bukannya tersulut amarah, Astrid Kuya justru menjawab santai cibiran netizen itu.
Istri Uya Kuya itu menjawabnya dengan nada santai.
''Saya mah kalah sama mba nya hehehe,'' tulis Astrid Kuya.
Meski demikian, Astrid lantas mleanjutkan dengan nada yang menohok.
''Saya cuma punya tas satu nggak kaya mbak tasnya puasti buanyakkkk sekali,'' ujar Astrid Kuya.
Duh, meski tajir namun Astrid menjawab cibiran dengan kepala dingin ya.
Berita Terkait
-
6 Rekomendasi Tas Wanita Brand Lokal yang Premium dan Terjangkau
-
Uya Kuya dan Sherina Sepakat Damai soal Polemik Kucing
-
Sudah Dinonaktifkan! Publik Desak Nafa Urbach, Eko Patrio, dan Uya Kuya Mundur dari DPR
-
Tas Anyaman Ramah Lingkungan Karya Desainer Indonesia Tampil di Tokyo
-
Cinta Kuya Sering Jadi Korban Bully, Astrid Kuya Bongkar Luka Lama Putrinya: Ternyata Sudah Pendam Sejak Kecil
Terpopuler
-
Kementan Kucurkan Alsintan untuk Dorong Produktivitas Petani OKU
-
Polri Hadirkan Aplikasi Pengaduan Reserse Terpadu: Layanan Lebih Cepat, Transparan, dan Responsif
-
Menkeu Purbaya Tegas: Sitaan Balpres Ilegal Tak Akan Dikirim untuk Korban Bencana Sumatera
-
BGN Perketat SOP Usai Mobil Pengangkut MBG Tabrak Siswa di Cilincing
-
Banyu Biru Djarot Tegaskan Peran Vital Petani, Salurkan Puluhan Alat Pertanian di Madiun
Terkini
-
Akhirnya Bertemu Bunda Corla di Layar Lebar Lewat Film 'Mertua Ngeri Kali', Tayang Mulai Hari Ini
-
Dari Instagram ke Layar Lebar: Kisah Bunda Corla, Si Ratu Jreng yang Kini Jadi 'Mertua Ngeri Kali'
-
Film Dokumenter Gestures of Care Tayang di JAFF 2025, Tingkatkan Kesadaran tentang Kebakaran Hutan di Kalimantan
-
Review Film Kuyank: Saatnya Horor Berbicara soal Realita Kultural, Bukan Hiperbola
-
Becoming Human Raih Golden Hanoman di Penutup JAFF20: Festival Dua Dekade yang Tegaskan Posisinya di Sinema Asia