Matamata.com - Pianis Muda Indonesia, Muhammad Iqbal Siddiq, kembali mengharumkan nama bangsa. Setelah sebelumnya, tahun 2018 berhasil menggelar resital piano solo di Zagreb, Kroasia. Jerman jadi negera selanjutnya.
Iqbal mendapat kesempatan untuk tampil di Dortmund, Jerman. Acara itu merupakan kerjasama antara Jaya Suprana School dengan Pianohaus Van Bremen. Iqbal diundang oleh Tuan Van Bremen atas rekomendasi dari Prof Rainer Klaas yang kerap berkerjasama dengan Tuan Van Bremen.
Fyi, Prof Rainer Klaas adalah pianist kerabat dari Jaya Suprana, yang pada 2016 lalu sempat tampil di GKJ, Jakarta.
Sepenggal kisah perjalan Iqbal untuk bisa mangggung di Jerman ternyata penuh perjuangan.
"Kondisi badan lagi kurang sehat saat perjalanan ke Jerman, ditambah cuaca kurang bersahabat," ungkap Iqbal.
Kejadian kurang menyenangkan juga dialaminya. Koper yang berisi barang-barang penting keperluan resital hilang. Di antaranya partitur serta jas untuk tampil raib.
Akhirnya, ia pun mau tak mau harus membeli kostum baru untuk manggung.
"Meski tanpa jas favoritku, show must go on," pikir Iqbal.
Iqbal pun tampil dengan pakaian forman seadanya tanpa jas. Ia membawakan karya Jaya Suprana, Beethoven, serta karyanya sendiri “Tales from Java island’ yang menceritakan tentang dongeng-dongen nusantara.
Tak hanya itu, penampilan utama dalam program resital kali ini adalah dua buah karya Sonata dari J.L.Dussek, komposer asal Ceko.
Dengan profesionalitas yang dimiliki Iqbal, walau berlatih tanpa partitur dan mengenakan setelan yang seadanya, Iqbal berhasil tampil dengan memukau dan mendapatkan sambutan yang meriah. Konser pun ditutup dengan encore di mana Iqbal memainkan Karya Dari MacDowell.
Selain resital tunggal di Pianohaus Van Bremen Dortmund, Iqbal juga sempat tampil pada acara privat di sebuah kediaman seorang dokter berkebangsaan Perancis, Dr Pichon. Di sana Iqbal membawakan setangah dari program resitalnya.
Ini bukanlah kali pertama Iqbal menjejakkan kakinya ke tanah manca. Sebelumnya, Muhammad Iqbal Siddiq sempat memukau publik Warsawa, Polandia, pada tahun 2014 silam.
Bukan cuma itu, Iqbal juga diketahui sebagai pianist Indonesia pertama yang menggelar resital di Villnius, Lithuania, pada 2016 dan Havana, Kuba, pada 2017.
Berita Terkait
Terpopuler
-
Gunakan Bahasa Daerah di Film 'Sunda Emperor', Laura Moane Merasa Tertantang
-
Seskab Teddy dan Gubernur Aceh Bahas Penyelesaian 4.000 Hunian Pascabencana
-
Kemendag Targetkan Harga Minyakita Sesuai HET Rp15.700 pada Februari 2026
-
Belajar dari Kisah Aurelie Moeremans, Wamen Isyana Ingatkan Bahaya Manipulasi 'Child Grooming'
-
Menko Pangan Sebut Penerima Makan Bergizi Gratis Capai 60 Juta Orang
Terkini
-
5 Rekomendasi Kulkas Tahan Lama untuk Rumah di 2026
-
Miles Films Rayakan 30 Tahun Lewat Pameran Musik dan Film di Lokananta
-
Kesalahan Umum Karyawan Saat Memulai Usaha Sampingan
-
Ultraverse Festival 2026: Konser "Connected Music" Jakarta-Surabaya-Bali Berkat XL Ultra 5G+
-
8 Tips Liburan Hemat ke Bandung yang Patut Dicoba