Matamata.com - Cinta Laura mengklaim bahwa film horor terbarunya, Jeritan Malam menghabiskan budget produksi cukup besar. Dia mengklaim karya garapan Rocky Soraya ini sebagai film horor termahal.
"Film horor Indonesia biasanya syuting tujuh hari, empat hari, paling mentok 20 hari. Tapi film ini syutingnya aja 54 hari. Kenapa? Karena memang kami setiap scene nggak ada yang diburu-buru. Setiap scene memang sangat detail. Film Jeritan Malam itu salah satu film horor termahal Indonesia," ujar Cinta Laura, saat berkunjung ke redaksi Suara.com, di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (5/12/2019).
Selain durasi syuting yang cukup panjang, perempuan 26 tahun ini mengatakan film Jeritan Malam menghadirkan banyak pemain figuran.
"Karena selain syutingnya 54 hari, kami butuh pemain ekstra 400 orang, kita benar-benar meng-hire segitu orangnya bukan cuma pakai CGI," sambungnya lagi.
Lalu, Cinta Laura pun menyebut pihak produksi, Soraya Intercine Films sampai menutup salah satu stasiun kereta api selama seharian demi keperluan syuting.
"Misalnya kami butuh syuting di stasiun kereta api, itu stasiun kereta api benar-benar di-close seharian untuk syuting. Bisa dibayangkan itu mahalnya untuk menutup stasiun yang aktif loh," kata Cinta Laura.
Ditambah sang produser, Sunil Soraya tidak terlalu pelit buat urusan budget. Karena itu, Cinta Laura senabg bergabung dalam project tersebut.
"Aku juga senang sama pak Sunil Soraya. Dia kalau ngerasa filmnya kurang akan bilang dan make sure kalau elemen penting ada di filmnya. Dia bukan yang memburu-buru sesuatu. Pokoknya siapa pun yang menontonnya, mereka pasti melihat kualitasnya nggak main-main. Ini film beda dan unik," tutur Cinta Laura.
Seperti diketahui, film Jeritan Malam diangkat dari kisah nyata yang mengisahkan tentang kearifan lokal warga Jawa Timur. Selain Cinta Laura, film ini juga dibintangi Herjunot Ali, Winky Wiryawan, Indra Brasco dll. Rencananya, film ini akan tayang di bioskop pada 12 Desember 2019. (Sumarni)
Baca Juga
Berita Terkait
-
Charles Gozali Hadirkan Badut Gendong, Horor-Action Penuh Teror dan Luka yang Menguras Emosi
-
Review Film Kuyank: Saatnya Horor Berbicara soal Realita Kultural, Bukan Hiperbola
-
Ghost Train: Saat Horor Jadi Cermin Sifat Gelap Manusia
-
'Kitab Sijjin dan Illiyyin' Dominasi Bioskop, Bukti Film Horor Indonesia Terus Naik Kelas
-
Diproduksi di Indonesia, Film 'Orang Ikan' Bawa Mitos Nusantara ke Layar Lebar Dunia
Terpopuler
-
Tring! by Pegadaian FORESTRA 2026 Umumkan Jajaran Penampil Tahap 2, Merayakan Harmoni Musik dan Alam di Tengah Hutan
-
Menuju Panggung Internasional, Atlet Muda Indonesia Dibina dengan Jangka Panjang
-
Menkeu Purbaya Tambah Penempatan Dana Pemerintah Rp400 Triliun di Bank Himbara
-
ESDM Sempat Tahan Ekspor Batu Bara demi Amankan Listrik PLN
-
Menbud Fadli Zon Sebut Indonesia Masih Kekurangan 7.500 Layar Bioskop
Terkini
-
Tring! by Pegadaian FORESTRA 2026 Umumkan Jajaran Penampil Tahap 2, Merayakan Harmoni Musik dan Alam di Tengah Hutan
-
Chapter Jogja 2026 Hadirkan Ruang Pertemuan Seni, Komunitas, dan Pasar dalam Satu Ekosistem
-
ARTJOG 2026 Dibuka, Seni Jadi Ruang Dialog Antargenerasi
-
Indonesias Horse Racing: Naga Sembilan Rebut Piala Paku Alam, Pesta Karnaval dan Inul Daratista Hibur Ribuan Pengunjung
-
Youth Break the Boundaries Umumkan Pemenang JYS 2026 di Osaka, Pemuda Dunia Pamer Inovasi & Budaya