Matamata.com - Tak hanya sekali dua kali, Baim Wong kerap menjahili Rafathar dan prank keluarga Raffi Nagita.
Hal ini pun kerap membuat Rafathar kesal dengan Baim Wong. Namun baru-baru ini keduanya jalan-jalan bersama ke Disney Sea, Jepang.
Tampak Baim Wong foto kocak bersama dengan Rafathar. Penasaran nggak nih?
Langsung simak aja yuk rangkuman Matamata.com :
1. Pose kocak
Pose kocak ala Baim Wong saat Rafathar nolak foto bareng lucu banget nih.
2. Main bareng
Lagi akur, keduanya juga main bareng setelah beli mainan loh.
3. Kuliner
Waktu lagi kuliner bareng, tetap ya ekspresi Rafathar di sebelah Baim Wong bikin salfok.
4. Contek gaya
Karena tak bisa foto bareng, Baim Wong contek gaya Rafathar dan Lala nih.
5. Bareng Raffi Ahmad dan Nagita Slavina
Rafathar maunya foto bareng ibu dan ayahnya juga waktu di Disney Sea.
Berita Terkait
-
Hadirkan 8 Lagu, Wawan Woker Rambah Dunia Tarik Suara
-
Yusril Buka Peluang Jepang Ajukan Transfer Napi, Bahas Visa hingga Kerja Sama Hukum
-
China Tegaskan Penguncian Radar ke Jet Tempur Jepang Sesuai Hukum Internasional
-
DPR Dorong Indonesia Adopsi Kebijakan Korea Selatan untuk Tampilkan Riwayat Pelaku Bully Saat Daftar Kuliah
-
Yusril: Jepang Jadi Mitra Strategis Indonesia Perkuat Reformasi Hukum
Terpopuler
-
Ngeri! Akibat Cuaca Buruk, Helikopter Raffi Ahmad Nyaris Jatuh di Bali
-
Mensesneg: Presiden Prabowo Pastikan Sistem Pemilu Tetap Utamakan Suara Rakyat
-
Tinjau Banjir Bekasi, Wapres Gibran Instruksikan Forkopimda Turun Langsung Dampingi Korban
-
MK Perjelas Perlindungan Hukum Wartawan: Sengketa Harus Lewat Dewan Pers Dahulu
-
Isu Pilkada Dipilih DPRD Berakhir, Dasco: Tak Ada Revisi UU Pilkada Tahun Ini!
Terkini
-
8 Tips Liburan Hemat ke Bandung yang Patut Dicoba
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya