Matamata.com - Kriss Hatta menghabiskan malam tahun baru dengan berkumpul bersama keluarga dan teman dekat.
"Tahun baru kumpul sama keluarga dan kawan Kriss," kata Kriss Hatta, saat ditemui di jalan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Ketika ditanya di mana ia akan menghabiskan malam tahun baru, Kriss Hatta mengaku masih bingung di antara dua pilihan.
"Cuma tempatnya masih tentative antara dua pilihan. Di lihat aja mana yang deal," ujar Kriss Hatta.
Yang pasti menutup akhir tahun 2019 bagi Kriss Hatta adalah waktu untuk berkumpul bersama keluarga dan teman-teman dekat yang selama ini banyak membantunya.
"Sudah pasti jalan, bulan Desember kita akan pakai untuk kumpul bareng keluarga dan teman. Lebih memprioritaskan orang-orang yang ngebantu aku di saat ada masalah," pungkasnya. (Herwanto)
Berita Terkait
-
Sirkuit Mandalika Dibuka untuk Umum Selama Libur Tahun Baru 2026
-
DJ Andree Stroo Rayakan Tahun Baru 2026 di Jakarta dengan Musik Breakbeat dan Indo Bounce
-
Sambut Tahun Baru 2026, Presiden Prabowo Kunjungi Pengungsi di Tapanuli Selatan
-
Dirut Bulog Pastikan Harga Beras Stabil Sesuai HET Menjelang Tahun Baru 2026
-
Pemerintah Targetkan Belanja Masyarakat Akhir Tahun Tembus Rp110 Triliun
Terpopuler
-
Piala Asia 2026: Timnas Futsal Indonesia Gelar Dua Uji Coba Tertutup Lawan Tajikistan dan Jepang
-
Istana: RUU Penanggulangan Disinformasi dan Propaganda Asing Masih Sebatas Wacana
-
Wamenhaj Coreat Enam Calon Petugas Haji karena Tak Jujur Soal Riwayat Penyakit
-
Prabowo Koreksi Desain IKN: Tambah Embung dan Perkuat Antisipasi Karhutla
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
Terkini
-
8 Tips Liburan Hemat ke Bandung yang Patut Dicoba
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya