Matamata.com - Dewi Lestari mengungkapkan kekecewaannya soal beredar PDF ilegal yang ramai dibagikan di media sosial selama pandemi virus corona.
Melalui unggahannya di media sosial, ia awalnya berkisah mengenai dampai ekonomi dari pandemi tersebut.
''Gelombang besar berikut yang akan menerpa kita setelah pandemi adalah gelombang dampak ekonomi. Kita semua akan terimbas, tanpa kecuali. Termasuk penulis dan industri penerbitan,'' tulis Dewi Lestari.
Kemudian ia mengatakan bahwa sangat setuju dengan adanya donasi. Namun, membagikan file PDF buku ilegal menurutnya merupakan sebuah kejahatan yang merampas hak ekonomi seorang penulis.
''Saya setuju kita berdonasi dan banyak-banyak memberi pada saat seperti ini. Namun, berdonasi tidak sama dengan mengambil hak orang lain. Mengunggah PDF ilegal atas karya kami, menyebarkan tautannya, menyilakan orang lain mengunduhnya demi hiburan gratis untuk membunuh waktu, sama dengan merampas hak ekonomi kami,'' paparnya.
Ungkapan Dewi Lestari tersebut bukankan pendapat pribadi. Melainkan ungkapan hati semua penulis yang pendapatannya diperoleh dari royalti.
''Saya berbicara bukan atas nama diri sendiri saja, melainkan semua penulis yang beroleh pendapatan melalui royalti. Royalti adalah hajat hidup kami. Tidak semua dari kami kaya raya, tak semua juga miskin merana. Satu hal yang pasti: royalti adalah hak atas jerih payah kami menuliskan buku,'' terangnya.
Sebagai penulis, ia paham betul badai ekonomi yang kini tengah dirasakan oleh semua orang. Untuk itulah, novelis ternama itu mengimbau kepada semua orang untuk saling mendukung, bukan malah menikung.
Dengan tegas, ia meminta kepada semua pihak untuk berhenti mengunggah dan mengunduh PDF buku bajakan.
''Saya, teman-teman penulis, penerbit buku, tengah bergulat mencari titik terang dari badai ekonomi besar yang tengah dan akan bergulung sebentar lagi. Kami juga ingin mencari cara terbaik untuk bisa terus berkarya dan memberikan pilihan-pilihan yang tak memberatkan kepada pembaca sekalian. Situasi ini berat buat kita semua. Untuk bisa mengatasinya, kita harus saling mendukung. Bukan saling merampas. Bukan saling menikung.
Setop unggah-unduh PDF bajakan.
Setop penyebaran tautannya,'' terangnya.
Berita Terkait
-
7 Potret Rumah Dewi Lestari Hasil Rancanga Ridwan Kamil, Usung Konsep Eco-Friendly
-
Dewi Lestari Nangis Kejer saat Urus Berkas usai Suami Meninggal
-
Urus Berkas usai Suami Meninggal, Dewi Lestari Nangis Kejer Dengar Ucapan Petugas Dukcapil
-
Alvin Faiz Diprotes Donatur, Fakta Kremasi Jasad Reza Gunawan Bikin Takjub
-
Dewi Lestari Ungkap Fakta saat Suaminya Dikremasi, Petugas Ruangan Sampai Tercengang dan Takjub
Terpopuler
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
-
Denmark Peringatkan AS: Upaya Rebut Greenland Bisa Jadi Lonceng Kematian NATO
-
Menteri PKP Targetkan Pembangunan Ratusan Rusun Subsidi Sepanjang 2026
-
Kemenhaj: Petugas Haji Wajib Berseragam dan Tidak Pakai Ihram saat Puncak Armuzna
-
Kumpulkan 1.200 Rektor, Presiden Prabowo Tekankan Pendidikan Tanpa Bebani Mahasiswa
Terkini
-
8 Tips Liburan Hemat ke Bandung yang Patut Dicoba
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya