Matamata.com - Esok hari (24/4/2020) umat Islam mulai menjalankan ibadah puasa di Bulan Suci Ramadan.
Niat puasa Ramadan tentu perlu kamu ketahui bacaan dan artinya.
Selain puasa ramadan, ada beberapa puasa lain yang hukumnya wajib. Yaitu puasa Qadha, puasa Kafarat, dan puasa Nazar.
Disamping puasa wajib, terdapat pula 9 puasa sunnah bagi Muslim. Mulai dari puasa Asyura (10 Muharram) hingga puasa ayyamul bidh.
Dari berbagai sumber, berikut ini bacaan niat puasa wajib dan sunnah sesuai ajaran rasulullah.
Niat Puasa Wajib
1. Puasa Ramadan
"Nawaitu sauma ghadin an’adai fardi syahri ramadhani hadzihisanati lillahita’ala"
Artinya: Sengaja aku berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu puasa pada bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Taala.
2. Puasa Qadha
Ini adalah puasa untuk menggantikan jumlah puasa Ramadan yang tidak bisa dijalankan karena sakit parah, bepergian jauh atau safar, atau karena berhalangan menstruasi dan nifas di bulan Ramadan. Niatnya:
"Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’I fardhi syahri Ramadhana lillahita’ala"
Artinya: Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah Ta’ala.
3. Puasa kafarat
Puasa kafarat atau disebut juga kifarat wajib dilakukan seseorang jika telah melanggar beberapa dosa besar. Misalnya, berhubungan badan suami istri pada siang hari di bulan Ramadhan. Niatnya:
"Nawaitu shauma ghodin likafaarati, fardhallillahi ta'aala"
Artinya: Saya niat puasa esok untuk melaksanakan kifarat (sebut kifaratnya) fardu karena Allah Ta'ala.
4. Puasa Nazar
Puasa wajib dimana saat seseorang bernadzar terhadap sesuatu dan sesuatu itu terkabul. Aturan dan jumlah waktu puasa disesuaikan dengan janji awal saat bernadzar. Niatnya:
"Nawaitu Shauma Nadzri Lillahi Ta’aala"
Artinya: Saya niat puasa nazar karena Allah Ta’aala.
Niat Puasa Sunnah
1. Puasa Asyura
Puasa ini dilakukan setiap tanggal 10 Muharram. Keutamaannya dapat menghapus dosa selama setahun. Niatnya:
"Nawaitu shauma ghadin an ada'i sunnati aasyuuraa lillahi ta'ala"
Artinya: Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah.
2. Puasa Tasu’a
Puasa pada 9 Muharram ini disebut sebagai puasa Tasu'a untuk mengiringi puasa yang akan dilakukan keesokan harinya, pada 10 Muharram. Niatnya:
"Nawaitu shauma ghadin an ada'i sunnati tasu'a lillahi ta'ala"
Artinya: Aku berniat puasa sunah Tasu'a esok hari karena Allah.
3. Puasa Senin dan Kamis
Puasa sunnah ini dilakukan pada hari Senin dan Kamis karena dua hari itu merupakan hari di mana amal hamba diangkat dan diperlihatkan kepada Allah SWT. Niatnya:
"Nawaitu sauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi ta'ala" (Hari Senin)
Artinya: Saya niat puasa sunah hari senin karena Allah ta'ala.
"Nawaitu sauma yaumal khomiisi sunnatan lillahi ta'ala" (Hari Kamis)
Artinya: Saya niat puasa sunah hari kamis karena Allah ta'ala.
4. Puasa Daud
Puasa Daud dikerjakan dengan sehari berpuasa dan sehari berikutnya tidak, begitu seterusnya. Ini puasa yang paling disukai Allah SWT. Niatnya:
"Nawaitu shouma daawuda sunnatan lillahi ta'alaa"
Artinya: Saya niat puasa Daud sunah karena Allah.
5. Puasa Syawal
Puasa ini dikerjakan selama enam hari pada bulan Syawal setelah Idul Fitri. Puasa ini merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW. Niatnya:
"Nawaitu shauma ghanin 'an ada'i sunnatis syawali lillahi ta 'ala"
Artinya: Aku berniat puasa sunah syawal hari ini karena Allah.
6. Puasa di bulan Dzulhijjah
Puasa yang dilaksanakan pada 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah. Niatnya:
"Nawaitu shauma syahri dhilhijjati sunnatan lillaahi ta'aala"
Artinya: Aku niat puasa sunah di bulan Dzulhijjah karena Allah.
7. Puasa di bulan Sya’ban
Puasa sya’ban merupakan puasa yang dianjurkan oleh Rasulullah Shollallahu Alaihi Wassallam dan dilaksanakan pada bulan Sya'ban. Niatnya:
"Nawaitu shauma ghadin an ada'i sunnati sya'bana lillahi ta'ala"
Artinya: Aku berniat puasa sunah sya'ban esok hari karena Allah.
8. Puasa Arafah
Puasa Arafah ini dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah. Namun puasa ini dilarang untuk orang yang sedang berhaji. Niatnya:
"Nawaitu shauma arofata sunnatan lillaahi ta'aala"
Artinya: Aku niat puasa sunah arofah karena Allah ta'ala.
9. Puasa Ayyamul Bidh
Pelaksanaanya adalah 3 hari setiap pertengahan bulan, yaitu tanggal 13, 14, 15 Hijriyah. Niatnya:
"Nawaitu shauma ayyamil biidhi sunnatan lillahi ta’ala"
Artinya: Saya niat puasa ayyamul bidh sunah karena Allah Ta’ala.
Selamat menjalankan ibadah puasa. (Rifan Aditya)
Berita Terkait
-
Romantis! Deva Mahenra Jalani Puasa Ramadan, Mikha Tambayong Heboh Siapkan Takjil
-
Baru Mandi Junub Saat Adzan Subuh, Puasanya Batal Gak ya?
-
Artis Non Muslim Ikut Puasa Ramadan, dari Penasaran hingga Karena Pacar
-
Viral Video Kekeyi Peluk Mesra Cowok saat Puasa Ramadan, Auto Dihujat: Astaghfirullah Kok Gak Malu
-
9 Artis Jalani Puasa Ramadan di Luar Negeri, Ada yang Liburan ke Eropa
Terpopuler
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
-
Denmark Peringatkan AS: Upaya Rebut Greenland Bisa Jadi Lonceng Kematian NATO
-
Menteri PKP Targetkan Pembangunan Ratusan Rusun Subsidi Sepanjang 2026
-
Kemenhaj: Petugas Haji Wajib Berseragam dan Tidak Pakai Ihram saat Puncak Armuzna
-
Kumpulkan 1.200 Rektor, Presiden Prabowo Tekankan Pendidikan Tanpa Bebani Mahasiswa
Terkini
-
8 Tips Liburan Hemat ke Bandung yang Patut Dicoba
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya