Matamata.com - Evelin Nada Anjani kembali menemukan kekasih hati dan dipamerkan di unggahan Instagram bernama Alkhan Marcedo.
Paras ganteng Alkhan Marcedo ini pun lantas menuai sorotan netizen.
Keduanya pun kerap membagikan potret mesra yang bikin iri netizen.
Matamata.com pun merangkumkan di bawah ini :
1. Makan malam
Evelin Nada Anjani makan malam bersama dengan Alkhan Marcedo dan mulai terlihat mesra nih.
2. Selfie
Cocok nggak nih menurutmu dilihat dari potret selfienya?
3. Paras ganteng
Paras ganteng Alkhan Marcedo juga disorot nih saat bersanding dengan Evelin Nada Anjani.
4. Menemani syuting
Lihat nih momen Evelin Nada Anjani ditemani syuting oleh Alkhan Marcedo.
5. Momen mesra
Nggak segan nih keduanya membagikan kemesraan di sosial media.
Gimana nih lihat potret mesra Evelin Nada Anjani dan pacar barunya?
Tag
Berita Terkait
-
Suntik Hormon Lelaki, Evelin Nada Anjani Mantan Istri Aming Jadi Ibu
-
Dulu Suntik Hormon Lelaki, Evelin Nada Anjani Mantan Istri Aming Kini Jadi Ibu Satu Anak
-
Pernah Keguguran, Aming Masih Nyangkut Evelin Nada Anjani: Gue Belum Ketemu Ikhlasnya
-
Evelin Nada Anjani Pernah Jadi LC di Jepang, Nggak Laku Gara-gara Lupa Cukur
-
Tanggapi Aming Dandan Ala Perempuan, Mantan Istri: Sudah Biasa
Terpopuler
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
-
Denmark Peringatkan AS: Upaya Rebut Greenland Bisa Jadi Lonceng Kematian NATO
-
Menteri PKP Targetkan Pembangunan Ratusan Rusun Subsidi Sepanjang 2026
-
Kemenhaj: Petugas Haji Wajib Berseragam dan Tidak Pakai Ihram saat Puncak Armuzna
-
Kumpulkan 1.200 Rektor, Presiden Prabowo Tekankan Pendidikan Tanpa Bebani Mahasiswa
Terkini
-
8 Tips Liburan Hemat ke Bandung yang Patut Dicoba
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya