Matamata.com - Nagita Slavina baru saja memasak steak sultan berlapis emas 24 karat.
Makanan spesial tersebut ditaksir harganya capai ratusan juta lho.
Biar nggak makin penasaran, yuk langsung saja simak 5 potret Nagita Slavina masak steak berlapis emas 24 karat.
1. Dimasak langsung oleh chef terkenal
Untuk memasak steak spesial, Nagita Slavina mempercayakan seorang Chef.
2. Capai ratusan juga
Daging sebesar 1,7 kilo tersebut harganya bisa mencapai Rp 150 juta lho.
3. Saus dari Argentina
Dipadukan dengan cimi curry sausage dari Argentina, steak sultan tersebut semakin terlihat lezat.
4. Berlapis emas 24 karat
Ini dia penampilan steak berlapis emas 24 karatnya. Mewah banget kan?
5. Super lezat
Raffi Ahmad yang mencobanya langsung memuji kelezatan steak istimewa itu.
Berita Terkait
-
Gibran Rakabuming Apresiasi Konser Amal dan Film Timur untuk Korban Bencana Sumatera
-
Peduli Bencana Alam di Sumatera, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Kirim Bantuan Rp15 Miliar
-
Raffi Ahmad Tegaskan Storytelling Jadi Kunci Eratkan Hubungan Orang Tua dan Anak
-
Beri Hadiah Ratusan Juta, Raffi Ahmad dan Nagita Gandeng Legenda Sepak Bola Italia di 'Padel Wars'
-
Raffi Ahmad dan Thariq Halilintar Juara Umum Padel 'TOSI 2025': Berkat Doa Istri
Terpopuler
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
-
Denmark Peringatkan AS: Upaya Rebut Greenland Bisa Jadi Lonceng Kematian NATO
-
Menteri PKP Targetkan Pembangunan Ratusan Rusun Subsidi Sepanjang 2026
-
Kemenhaj: Petugas Haji Wajib Berseragam dan Tidak Pakai Ihram saat Puncak Armuzna
-
Kumpulkan 1.200 Rektor, Presiden Prabowo Tekankan Pendidikan Tanpa Bebani Mahasiswa
Terkini
-
8 Tips Liburan Hemat ke Bandung yang Patut Dicoba
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya