Matamata.com - Yuki Kato kini tengah santer dikabarkan dekat dengan politikus bernama Rimzah Jubair.
Sososk Rimzah Jubair sendiri merupakan Wakil Ketua III DPRD Kota Malang.
Seperti apa sih sosok Rimzah Jubair? Yuk langsung saja kepoin potretnya yang berhasil dirangkum oleh Matamata.com.
1. Dapat ucapan dari Yuki Kato
Saat Rimzah Jubair ulang tahun, Yuki Kato tak lupa menyematkan ucapan selamat di kolom komentar.
2. Saat Bertugas
Ini adalah potret saat Rimzah Jubair sedang bertugas, kharismatik banget kan?
3. Gowes
Rimzah Jubair juga hobi gowes yang kini tengah viral nih.
4. Sayang ibu
Rimzah Jubair merupakan sosok yang sangat memuliakan ibunya. Duh, idaman banget nih!
5. Potret Close Up
Nah, kalau ini adalah potret Rimzah Jubair dari dekat. Charming banget kan?
Berita Terkait
-
Bareskrim Sikat Yuki Kato Dalam Kasus Judi Online, 4 Jam Nonstop
-
7 Artis Cantik yang Pernah Pacaran dengan Pemain Sepak Bola, Mantan Yuki Kato dan Ariel Tatum Sama
-
Spesial Hari Kemerdekaan Indonesia, Yuki Kato Pakai Kebaya Saat Latihan Tenis
-
Dandan Bak Barbie, Celine Evangelista Justru Dibandingkan dengan Yuki Kato: Cantik Tapi..
-
Jadi Phoenix di Jember Fashion Carnaval 2023, Yuki Kato Bikin Pangling: Lisa BLACKPINK Versi Indonesia
Terpopuler
-
Piala Asia 2026: Timnas Futsal Indonesia Gelar Dua Uji Coba Tertutup Lawan Tajikistan dan Jepang
-
Istana: RUU Penanggulangan Disinformasi dan Propaganda Asing Masih Sebatas Wacana
-
Wamenhaj Coreat Enam Calon Petugas Haji karena Tak Jujur Soal Riwayat Penyakit
-
Prabowo Koreksi Desain IKN: Tambah Embung dan Perkuat Antisipasi Karhutla
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
Terkini
-
8 Tips Liburan Hemat ke Bandung yang Patut Dicoba
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya