Matamata.com - Aletta Stars belakangan rajin mengisi konten video di TikTok. Salah satu video yang diunggahnya bahkan ditonton lebih dari 15 juta kali, tidak saja di TikTok, tapi juga Instagram dan Line.
Melansir Suara.com, grup vokal yang beranggotakan Stevani Augusta, Thia Ryna, dan Fikri Fatur ini semakin tertantang untuk membuat video yang lebih baik lagi.
Namun, kali ini, Stevani, Thia dan Fikri mencoba ide baru. Mereka membuat video tentang keragaman bahasa di Indonesia.
Video tersebut berisi aksi Stevani, Thia, dan Fikri yang mengartikan kata-kata tertentu ke dalam tiga bahasa daerah yang berbeda, yakni Banjar, Sunda, dan Minang.
"Untuk bahasa daerah itu ada 14 part. Kalau kalimat, tebak kata, gombal bahasa daerah jadinya banyak. Awalnya nggak ada yang nonton sama sekali, terus di video ke tiga naik. Tapi naiknya karena dihujat pas kami ada kesalahan," kata Stevani, saat berbincang dengan wartawan di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
"Jadi ada bahasa kami artiin 'bohong'. eh ternyata salah. Kami sampai ramai kena bully," imbuh Fikri.
"Konsepnya kan jawab cepat terus salah baca jadinya sempet dibully," timpal Thia.
Meski mendapat banyak bully dari warganet, Stevani, Thia, dan Fikri justru senang. Karena dengan begitu, misi untuk memperkenalkan bahasa daerah ke milenial mendapat banyak perhatian dari warganet.
Karena selain untuk seru-seruan, konten tersebut diharapkan bisa jadi media edukasi dan turut melestarikan bahasa sebagai salah satu kekayaan bangsa. "Selain kami yang mengedukasi, kami juga secara tidak langsung ikut belajar lagi. Cari tahu lebih banyak lagi bahasa daerah sendiri," ucap Fikri.
Aletta Stars punya cara tersendiri agar pengikutnya di TikTok tidak bosan melihat video-video yang mereka sajikan. "Kami selalu mencoba untuk memfasilitasi apa keinginan viewers. Kami sering coba hal baru dan berbeda, tapi mereka nggak suka. Mereka malah sukanya yang bahasa daerah lagi," tutur Fikri.
Dari situ pula, Aletta Stars memiliki ide untuk membuat lagu berbahasa daerah. Menariknya, mereka mengajak partisipasi warganet untuk menyumbang kalimat yang bertema soal kisah asmara.
"Jadi, kami minta netizen untuk mengungkapkan kisah asmaranya dalam satu kalimat. Kami kumpulkan sekitar lima sampai 10 curhatan itu. Kemudian kami satukan jadi satu lagu dengan bahasa daerah. Part pertama pakai bahasa Minang," ujar Stevani.
Terpopuler
-
Warga RW 10 bersama Lurah Kalisari, Gelorakan Budaya Pilah Sampah dari Rumah
-
Konferensi Perjanjian Nuklir NPT Gagal Capai Kesepakatan, Sekjen PBB Kecewa
-
Prabowo Tegaskan RI Sudah Swasembada Pangan di Tengah Konflik Geopolitik
-
Prabowo Minta Kabinet Merah Putih Stop Bangun Kantor Mewah, Alihkan ke Proyek Produktif
-
China Kritik Rencana Kenaikan Anggaran Pertahanan Jepang, Soroti Pengerahan Rudal AS
Terkini
-
Charles Gozali Hadirkan Badut Gendong, Horor-Action Penuh Teror dan Luka yang Menguras Emosi
-
Hidupkan Legenda Banten, Navaswara Gelar Final Festival Storytelling Suara Nusantara 2026 di Pendopo Gubernur Banten
-
Film "Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan" Resmi Menguras Air Mata di Bioskop Mulai Hari Ini
-
Film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan Bikin Penonton Jogja Menangis Haru
-
The Popstival Vol. 2 Hidupkan Kembali Euforia Festival di Depok yang Lama Dirindukan