Matamata.com - Lutfi Agizal mendadak mengumumkan rehat bermain medsos memasuki bulan suci Ramadhan.
Bukan selamanya, eks kekasih Juwita Salshadilla, anak pedangdut Iis Dahlia ini berhenti sejenak berselancar di media sosial selama satu bulan penuh saat Ramadhan 1422 H.
"Selama puasa kalian akan kehilangan 1 orang nyebelin yang menghibur kalian di social media," tulis Lutfi Agizal.
Tak jelas kenapa Lutfi Agizal mundur dari media sosial selama Ramadhan. Yang pasti, keputusan tersebut tuai beragam reaksi netizen. Ada yang menyayangkan, namun banyak yang bersyukur!
@aan_yudistira08 menulis, "Kagak kehilangan kok biasa aja, malah alhmdulilah banget...."
@kitty__unyu menambahkan, "Pamit selamanya juga nggak apa-apa."
"Pamit selamanya juga gapapa saya ikhlas," lanjut @1212kinoskiki.
Berita Terkait
-
Sempat Malu Punya Ibu Iis Dahlia, Devano Danendra Sampai Stres Menahun: Gue Nggak Punya Teman
-
Sahur Tanpa Makeu Up, Wajah Iis Dahlia Jadi Sorotan: Ganteng
-
Viral! Salah Lirik Lagu 'Ramadhan Tiba', Ini Respons Iis Dahlia
-
Iis Dahlia Malu Diledek Putrinya, Kelakuan Salshadilla Juwita jadi Omongan: Wah Berani Banget
-
Bakal Viral Tiap Bulan Puasa, Iis Dahlia Punya Pembelaan soal Salah Lirik Lagu Ramadhan Tiba
Terpopuler
-
Piala Asia 2026: Timnas Futsal Indonesia Gelar Dua Uji Coba Tertutup Lawan Tajikistan dan Jepang
-
Istana: RUU Penanggulangan Disinformasi dan Propaganda Asing Masih Sebatas Wacana
-
Wamenhaj Coreat Enam Calon Petugas Haji karena Tak Jujur Soal Riwayat Penyakit
-
Prabowo Koreksi Desain IKN: Tambah Embung dan Perkuat Antisipasi Karhutla
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
Terkini
-
8 Tips Liburan Hemat ke Bandung yang Patut Dicoba
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya