Matamata.com - Film horor Thailand merupakan salah satu yang ramai ditonton oleh pencinta film. Di awal Desember 2021 nanti, Punpun Sutatta Udomsilp akan kembali berakting di layar lebar.
Yap, artis cantik ini akan main dalam film horor Thailand dengan judul The Whole Truth. Film yang satu ini pun dibintangi oleh Nattapat Nimjirawat dan Sompob Benjathikul.
Mengisahkan tentang kejadian kelam di rumah nenek, penasaran nggak sama sinopsis The Whole Truth? Simak selengkapnya rangkuman Matamata.com di bawah ini:
Kisah bermula dari dua saudara kandung yang diceritakan pergi ke rumah kakek nenek mereka. Momen yang harusnya berkumpul keluarga yang hangat berubah jadi mencekam.
Pada suatu malam, dua saudara kandung ini tidur nyeyak. Namun, tiba-tiba keduanya dibangunkan oleh suara-suara aneh di sebuah ruangan.
Saat keduanya terbangun, mereka melihat lubang di dinding yang mencurigakan. Keduanya pun tak mau ambil risiko lebih banyak, namun tergoda untuk melihat lubang tersebut.
Dua saudara ini pun dihadapkan oleh rahasia jahat tentang keluarga mereka. Sebenarnya apa lubang di dinding rumah nenek tersebut?
Kamu bisa tonton film horor Thailand The Whole Truth pada 2 Desember 2021 mendatang di sini.
Berita Terkait
Terpopuler
-
Transisi Kelembagaan Kemenhaj Capai 90 Persen, Layanan Haji Dipastikan Tanpa Jeda
-
Seskab Teddy Ajak Umat Islam Jadikan Isra Mikraj Momentum Teguhkan Iman
-
KPK Dalami Dugaan Aliran Uang dari Biro Haji ke Ketua PBNU Aizzudin Abdurrahman
-
Piala Asia 2026: Timnas Futsal Indonesia Gelar Dua Uji Coba Tertutup Lawan Tajikistan dan Jepang
-
Istana: RUU Penanggulangan Disinformasi dan Propaganda Asing Masih Sebatas Wacana
Terkini
-
8 Tips Liburan Hemat ke Bandung yang Patut Dicoba
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya