Matamata.com - Beberapa waktu lalu, Enzo Zenz Allie menjadi sorotan usai dirinya mendaftar sebagai taruna Akmil TNI. Pasalnya, Akmil TNI terbilang jarang memiliki anggota seorang blasteran Prancis.
Karena silsilah keluarganya, Enzo menuai perhatian setelah diminta mengenalkan diri dengan bahasa Prancis oleh Panglima TNI yang saat itu dipegang Marsekal Hadi Tjahjanto.
Kini, setelah lama tidak terdengar, nama Enzo Zenz Allie kini kembali menjadi perbincangan hangat publik.
Baru-baru ini, Enzo dikabarkan telah menempuh pendidikan di Akmil TNI dan menjabat sebagai Kopral Taruna.
Selain itu, Enzo juga diketahui akan segera mendapat promosi, yakni akan menjabat sebagai Komandan.
Kabar dan aktivitas terbaru Enzo di Akmil TNI ini dibagikan lewat kanal YouTube D'Loreng.
"Calon komandan," tulis YouTube D'Loreng.
Berita Terkait
-
Spesifikasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi yang Akan Diakuisisi TNI AL dari Italia
-
Menhan Sjafrie Kunjungi Pakistan, Bahas Kerja Sama Pendidikan Militer dan Forum JDCC
-
Kemenhaj Gandeng TNI-Polri Gembleng Fisik dan Mental Petugas Haji 2026
-
Jembatan Darurat Kampung Owaq Aceh Tengah Dibangun, Akses Menuju Jamat Kembali Pulih
-
TNI Pulihkan Akses TarutungSibolga Pascabencana Longsor
Terpopuler
-
Negara Gugat Enam Korporasi Rp4,8 Triliun Terkait Kerusakan Lingkungan di Sumatera Utara
-
Transisi Kelembagaan Kemenhaj Capai 90 Persen, Layanan Haji Dipastikan Tanpa Jeda
-
Seskab Teddy Ajak Umat Islam Jadikan Isra Mikraj Momentum Teguhkan Iman
-
KPK Dalami Dugaan Aliran Uang dari Biro Haji ke Ketua PBNU Aizzudin Abdurrahman
-
Piala Asia 2026: Timnas Futsal Indonesia Gelar Dua Uji Coba Tertutup Lawan Tajikistan dan Jepang
Terkini
-
8 Tips Liburan Hemat ke Bandung yang Patut Dicoba
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya