Matamata.com - Presiden Prabowo Subianto menggelar diskusi mendalam bersama sejumlah jurnalis senior, pengamat, dan ahli dari berbagai bidang di kediaman pribadinya, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pertemuan ini difokuskan untuk membahas isu-isu terkini serta perkembangan kebijakan strategis nasional.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Angga Raka Prabowo, mengonfirmasi bahwa diskusi tersebut berlangsung maraton pada Selasa (17/3) malam hingga Rabu (18/3) dini hari, mulai pukul 19.00 hingga 01.30 WIB.
"Presiden melangsungkan diskusi dan wawancara bersama sejumlah jurnalis, pengamat, dan pakar mengenai isu-isu terkini guna merespons dinamika geopolitik global dan perkembangan kebijakan strategis dalam negeri," ujar Angga dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (19/3/2026).
Angga menjelaskan, pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi dua arah yang mendalam. Presiden ingin memberikan arah pemerintah dalam menghadapi tantangan global sekaligus menjawab berbagai pertanyaan krusial yang tengah menjadi perbincangan publik.
"Diskusi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam membangun optimisme nasional untuk mewujudkan transformasi bangsa," tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo menegaskan kembali komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan seluruh elemen bangsa. Ia mengajak semua pihak untuk bahu-membahu dalam proses pembangunan negeri.
Berdasarkan unggahan di akun resmi Instagram @presidenrepublikindonesia, diskusi berlangsung dalam format meja bundar (round table). Dalam foto yang dibagikan, Presiden Prabowo tampak diapit oleh sejumlah tokoh mentereng.
Beberapa nama yang hadir antara lain Pemimpin Redaksi SCTV-Indosiar Retno Pinasti, mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi, serta ekonom senior dan mantan Menteri Keuangan Muhammad Chatib Basri.
Turut hadir jurnalis senior sekaligus pendiri Narasi, Najwa Shihab; pendiri Freedom Institute, Rizal Mallarangeng; serta pengusaha sekaligus kreator konten, Mardigu Wowiek Prasantyo.
Kehadiran tokoh-tokoh dengan latar belakang beragam ini mempertegas upaya pemerintah dalam menyerap perspektif dari berbagai sudut pandang profesional. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Said Iqbal Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden Prabowo Bidang Ketenagakerjaan
-
Ada Anomali Harga Sawit, Mentan Amran: Perintah Presiden, Bela 15 Juta Petani
-
Golkar Desak Badan Gizi Nasional Jamin Transparansi Penunjukan Titik SPPG
-
Respons KPK Terkait Instruksi Presiden Prabowo Soal Penguatan Anggaran Pemberantasan Korupsi
-
Ada Indikasi Penyelewengan di BGN, Presiden Prabowo Subianto Panggil BPKP dan PPATK
Terpopuler
-
Said Iqbal Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden Prabowo Bidang Ketenagakerjaan
-
Mentan Dorong Ekspor Pertanian dan CPO di Tengah Pelemahan Nilai Tukar Rupiah
-
Harga Batu Bara Meroket Imbas Perang AS-Iran, Menteri Bahlil Siap Genjot Produksi
-
Ada Anomali Harga Sawit, Mentan Amran: Perintah Presiden, Bela 15 Juta Petani
-
Yasmin Napper dan Lulu Tobing Bagikan Memori Keluarga yang Paling Berharga
Terkini
-
Said Iqbal Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden Prabowo Bidang Ketenagakerjaan
-
Mentan Dorong Ekspor Pertanian dan CPO di Tengah Pelemahan Nilai Tukar Rupiah
-
Harga Batu Bara Meroket Imbas Perang AS-Iran, Menteri Bahlil Siap Genjot Produksi
-
Ada Anomali Harga Sawit, Mentan Amran: Perintah Presiden, Bela 15 Juta Petani
-
Rupiah Melemah Rp18.000, Mensesneg Respons Tuntutan BEM SI Jateng soal Ekonomi