Matamata.com - Drama Korea Under The Queen's Umbrella tengah menjadi sorotan dan menjadi yang paling banyak ditonton. Salah satu OST drama ini, Child yang dinyanyikan oleh Elaine pun banyak didengarkan.
Single ini mengisahkan mengenai sosok Ibu yang akan memberikan segalanya demi sang anak. Simak lirik dari lagu Child yang dinyanyikan oleh Elaine di sini:
Eodunbam jamdeun eolgureul
Joyonghi pume damneunda
Eoneudeot ireoke keobeorin nega
Gwaenhi nunmuri nanda
Oneuldo budichyeo oneun
Heomhago duryeoun sesang
Eonjena geuneuri doeeojulge
Da jwodo mojaran maeum
Ulgo useumyeo kkyeoaneun naldeul
Kkeuteopsi gin bami wado
Ne gyeote isseo
Orosi sarangman
Da jwodo mojaran maeum
Ulgo useumyeo kkyeoaneun naldeul
Kkeuteopsi gin bami wado
Ne gyeote isseo
Orosi sarangman julge
Ne gyeote isseo
Orosi sarangman julge
Video yang Mungkin Anda Sukai:
Berita Terkait
-
Viral! Salah Lirik Lagu 'Ramadhan Tiba', Ini Respons Iis Dahlia
-
Lirik Lagu Unwritten - Natasha Bedingfield, Viral Di TikTok
-
Lirik Lagu Maimunah - Andre Taulany, Pembuktian Jiwa Musisi eks Vokalis Stinky Tak Pernah Pudar
-
Lirik Lagu Angin - Lesti Kejora, Single Kolaborasi Bareng Rizky Billar
-
Febby Carol Sebut Inara Rusli Layak Dipidanakan Gegara Ilegal Akses: Negatif untuk Virgoun!
Terpopuler
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
-
Denmark Peringatkan AS: Upaya Rebut Greenland Bisa Jadi Lonceng Kematian NATO
-
Menteri PKP Targetkan Pembangunan Ratusan Rusun Subsidi Sepanjang 2026
-
Kemenhaj: Petugas Haji Wajib Berseragam dan Tidak Pakai Ihram saat Puncak Armuzna
-
Kumpulkan 1.200 Rektor, Presiden Prabowo Tekankan Pendidikan Tanpa Bebani Mahasiswa
Terkini
-
8 Tips Liburan Hemat ke Bandung yang Patut Dicoba
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya