Matamata.com - Lirik lagu bertajuk “Kembali Pulang” dibawakan oleh Suara Kayu yang berkolaborasi dengan Feby Putri.
Berdasarkan liriknya, lagu ini menceritakan tentang bagaimana seseorang menerima rasa kecewa, sedih, dan memutuskan untuk kembali pulang ke rumah.
Berikut lirik lagu ‘Kembali Pulang’ dari Suara Kayu:
Sekedar berandai menatapi diri
Berpencar pergi tuk mencari apa yang lama di cari
Pergi tanpa pamrih
Pergi tanpa pamit
Akan kesana-kemari
Tanpa arah serta ratusan makian
Kembali pulang
Tuk menangi banyaknya luka
Yang berantakan
Peluk hangat sikap tuk sembuhkan
kembali pulang bersama terang
menghiasi diri merayakan
Genggaman tangan yang
Yang masih ada, Huuu
Kembali pulang
tuk menangi banyaknya luka
yang berantakan
Peluk hangat sikap tuk sembuhkan
kembali pulang bersama terang
menghiasi diri merayakan
Genggaman tangan yang
Yang masih ada, Hmmm
Berita Terkait
-
Lirik Lagu Negeriku - Feby Putri ft Vina Panduwinata, Badrus Zeman, Rilis Baru
-
Lirik Lagu Bagai Bintang Bulan - Feby Putri
-
'Ga Cocok sama Liriknya Ga Sih', Gaya Manggung Feby Putri sampai Jingkrak-jingkrak Banjir Cibiran
-
Lirik Lagu "Tanpa Pamrih" - Feby Putri
-
5 Lagu Indonesia Paling Populer 2021: Ada yang Sampai Viral di Negara Lain!
Terpopuler
-
Piala Asia 2026: Timnas Futsal Indonesia Gelar Dua Uji Coba Tertutup Lawan Tajikistan dan Jepang
-
Istana: RUU Penanggulangan Disinformasi dan Propaganda Asing Masih Sebatas Wacana
-
Wamenhaj Coreat Enam Calon Petugas Haji karena Tak Jujur Soal Riwayat Penyakit
-
Prabowo Koreksi Desain IKN: Tambah Embung dan Perkuat Antisipasi Karhutla
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
Terkini
-
8 Tips Liburan Hemat ke Bandung yang Patut Dicoba
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya