Matamata.com - Cawapres Mahfud MD, mengaku tak mempersiapkan hal khusus mendekati debat capres-cawapres perdana pada 12 Desember 2023. Pasangan calon cawapres nomor urut 3 itu memilih tetap santai.
Bahkan Menkopolhukam ini mengaku tak memiliki persiapan khusus untuk menghadapi pertanyaan, atau bantahan dari lawannya nanti di debat tersebut. Mahfud MD memilih untuk datang ketika acara tersebut.
"Ya saya datang saja. Enggak persiapan khusus," terang Mahfud MD dikutip, Rabu (6/12/2023).
Adapun alasan Mahfud tak terlalu banyak memikirikan tentang debat capres-cawapres ini. Mahfud MD masih menjalani sejumlah tugas serta agenda yang harus diselesaikan.
Maka dari itu, ia siap datang bagaimana pun kondisinya meski tak ada persiapan yang khusus di hadapan para pendukung dan juga lawan lainnya.
"Pokoknya, pada saat yang sudah ditentukan, saya datang," kata Mahfud MD.
Lebih lanjut, KPU RI memastikan bahwa debat capres-cawapres akan dihelat di sejumlah televisi swasta dan sejumlah platform medias sosial secara live streaming.
Untuk diketahui, debat capres-cawapres oleh KPU ini akan bergulir lima kali. Hal ini tentu untuk memastikan masyarakat menentukan pilihannya pada pemungutan suara pada 14 Februari 2024.
Untuk diketahui, debat perdana akan digelar pada 12 Desember 2023. Para paslon akan diberi tema tentang hukum, HAM, pemerintahan, pemberantasan korupsi dan penguatan kualitas demokrasi di Indonesia.
Debat kedua akan dilaksanakan pada 22 Desember. Para paslon akan menghadapi sejumlah pertanyaan denga tema pertahanan, geopolitik, keamanan termasuk juga hubungan dengan pihak-pihak luar negeri.
Debat ketiga diselenggarakan pada 7 Januari dengan tema ekonomi kerakyatan dan ekonomi digital, kesejahteraan sosial, investasi, perdagangan, pajak, infrastruktur, keuangan, dan pengelolaan APBN.
Debat keempat pada 21 Januari 2024 dengan tema energi, sumber daya alam, pajak karbon, pangan, lingkungan hidup, dan agraria serta masyarakat adat.
Dan debat kelima dihelat pada 4 Februari mengusung tema teknologi informasi, peningkatan pelayanan publik, hoaks, intoleransi, pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan.
Berita Terkait
-
KPK Terbuka Tindaklanjuti Laporan Mahfud MD Soal Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Whoosh
-
TNI AD Profesional Tangani Kasus Kematian Prada Lucky, 20 Prajurit Jadi Tersangka
-
Isu Ijazah Jokowi, Mahfud MD: UGM Tak Perlu Lagi Terlibat, Semuanya Sudah Jelas
-
Sambut Ramadan 1446 H, Indosiar Hadirkan Program Unggulan Gandeng Rhoma Irama, Mahfud MD hingga Menteri Agama
-
Nama Almarhum Anaknya Dibawa-bawa, Ridwan Kamil Tak Terima : Kalah kalah Aja!
Terpopuler
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
-
Denmark Peringatkan AS: Upaya Rebut Greenland Bisa Jadi Lonceng Kematian NATO
-
Menteri PKP Targetkan Pembangunan Ratusan Rusun Subsidi Sepanjang 2026
-
Kemenhaj: Petugas Haji Wajib Berseragam dan Tidak Pakai Ihram saat Puncak Armuzna
-
Kumpulkan 1.200 Rektor, Presiden Prabowo Tekankan Pendidikan Tanpa Bebani Mahasiswa
Terkini
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
-
Denmark Peringatkan AS: Upaya Rebut Greenland Bisa Jadi Lonceng Kematian NATO
-
Menteri PKP Targetkan Pembangunan Ratusan Rusun Subsidi Sepanjang 2026
-
Kemenhaj: Petugas Haji Wajib Berseragam dan Tidak Pakai Ihram saat Puncak Armuzna
-
Kumpulkan 1.200 Rektor, Presiden Prabowo Tekankan Pendidikan Tanpa Bebani Mahasiswa