Matamata.com - Kelompok Hamas Palestina membantah tudingan Israel yang menyatakan bahwa pejuang Hamas di Jabalia, Jalur Gaza utara, telah menyerah kepada tentara Israel.
Hal itu sempat ramai di media sosial, di mana Israel membuat narasi yang mengklaim, bahwa foto dan video orang-orang yang ditangkap merupakan tentara Hamas Palestina yang menyerah.
Rekaman dan potret yang dipublikasikan oleh media Israel menunjukkan individu-individu setengah telanjang dengan mata tertutup dan tangan terikat sebelum diinterogasi.
Menanggapi ramainya foto tersebut, Anggota kelompok Hamas, Izzat al-Rishq, menegaskan bahwa pejuang Hamas tidak menyerah.
"Israel penuh dengan kebohongan. Orang-orang yang terlihat dalam foto-foto tersebut sebenarnya adalah warga sipil yang tidak berdaya setelah ditangkap, dan senjata-senjata yang terlihat sengaja ditempatkan di samping mereka," sebutnya dikutip, Senin (11/12/2023).
Ia menambahkan bahwa foto-foto tersebut merupakan bagian dari narasi yang dibuat oleh Israel untuk menyatakan klaim kemenangan atas perlawanan mereka. Kendati begitu Hamas tetap teguh bahwa klaim tersebut tidak akan menipu siapa pun.
Seperti diberitakan sebelumnya, perang Israel-Palestina yang meluas di Jalur Gaza menyorot perhatian publik, termasuk warga Indonesia. Perang tersebut juga membuat narasi negatif di media sosial yang menyebutkan Israel berhasil mengalahkan tentara-tentara Hamas.
Selain itu, sorotan terhadap kejahatan Israel juga sengaja diputarbalikkan oleh oknum pengguna internet dari kubu Israel.
Tak sedikit, sejumlah penggiat media sosial juga meluruskan kabar hoaks tersebut untuk memberikan fakta perang yang terjadi di Jalur Gaza. Termasuk ketika tentara Israel yang sempat menyebut nama-nama tentara Hamas di sebuah rumah sakit Gaza tertempel dalam sebuah list, yang sebenarnya list tersebut adalah nama-nama hari dalam bahasa Arab.
Perang tersebut juga tak sedikit menewaskan sejumlah warga sipil, hingga staff PBB yang ikut berkumpul di lokasi pengungsian warga Palestina di Gaza.
Baca Juga
Serangan Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah menewaskan sedikitnya 17.700 warga Palestina dan melukai lebih dari 48.780 lainnya, menurut otoritas kesehatan di wilayah Palestina tersebut.
Sementara itu, korban tewas Israel dalam serangan Hamas mencapai 1.200 orang.
Berita Terkait
-
Trump Ancam Eskalasi Militer Jika Gencatan Senjata AS-Iran Berakhir
-
Konflik Israel-Hizbullah Memanas, DPR RI Minta Pemerintah Pastikan Keselamatan 934 WNI di Lebanon
-
Trump Klaim Perang AS-Israel Lawan Iran Segera Berakhir, Puji Peran Pakistan
-
Misi Kemanusiaan: Indonesia Bantu AS Cari Jasad Prajurit PD II yang Hilang di Nusantara
-
Lebanon Minta Bantuan Pakistan untuk Hentikan Serangan Israel
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
-
KPK Dorong Reformasi Politik, Serahkan Rekomendasi Tata Kelola Parpol ke Presiden dan DPR