Matamata.com - Nusron Wahid memberikan respon mengejutkan soal dirinya diberhentikan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dari jabatannya sebagai salah satu ketua pada masa khidmah 2022-2027.
Politikus Golkar itu tak kecewa dan menghormati keputusan yang dikeluarkan oleh PBNU.
"Soal ini, oke, sebagai santri, saya samina wa athona keputusan para Kiai," katanya, dikutip dari beberapa sumber, Kamis (14/12/2023).
Nusron mengaku tak keberatan dengan pencopotan tersebut. Dia mengaku jika diberikan amanah, maka akan dijalankan, namun kalau sudah tidak diberikan tugas, dan tetap menerima dengan lapang dada.
"Pokoknya kalau saya dikasih amanah saya jalankan alhamdulillah, kalau enggak ada amanah alhamdulillah. Ditugaskan apapun saya siap sebagai warga NU, mengabdi," tuturnya.
Sebelumnya, Nusron Wahid dan Nasyirul Falah Amru diberhentikan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dari Ketua PBNU sisa masa khidmat 2022-2027.
Dalam situs resmi NU dituliskan bahwa pemberhentian Nusron Wahid dan Falah Amri bersamaan dengan pemberhentian dengan hormat sejumlah tokoh lainnya. Hal itu merupakan pergantian kepengurusan antar waktu masa khidmad 2022-2027.
Pergantian kepengurusan itu tertuang dalam Surat Keputusan PBNU Nomor 01.c/A.II.04/11/2023 tentang Pengesahan Pergantian Antar Waktu Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Masa Khidmat 2022-2027 yang dikeluarkan PBNU pada Rabu (15/11/2023).
PBNU memberhentikan sejumlah pengurus. Mulai dari memberhentikan dengan hormat KH Muhammad Syakrim dan KH Muhammad Hatim Salman dari Mustasyar PBNU sisa masa khidmah 2022-2027. Kemudian memberhentikan dengan hormat KH Subhan Makmun dari Rais PBNU masa khidmat 2022-2027.
"Lalu H Nusron Wahid dan H Nasyirul Falah Amru dari Ketua PBNU sisa masa khidmat 2022-2027. Pemberhentian ini disertai dengan ucapan terima kasih atas pengabdiannya selama ini," tulis di laman situs nu.or.id, dikutip Rabu (13/12/2023).
PBNU juga menetapkan sejumlah tokoh penggantinya di kepengurusan. Seperti KH Ubaidillah Ruhiat dan KH Muhib Aman Aly yang diterapkan sebagai Rais Syuriyah PBNU sisa masa khidmah 2022-2027.
Kemudian KH Subhan Makmun yang semula menjabat sebagai Rais PBNU menjadi A’wan PBNU sisa masa khidmah 2022-2027. Serta, Prof Rumadi menjadi Ketua PBNU sisa masa khidmah 2022-2027.
Tag
Berita Terkait
-
Gus Yahya: Presiden Prabowo Punya Posisi Strategis Mediasi Konflik Timur Tengah
-
Pengukuhan Pengurus MUI di Istiqlal: Presiden Prabowo dan Tokoh Bangsa Doakan Korban Bencana
-
Dihadiri Presiden Prabowo, MUI Umumkan Rehabilitasi 500 Rumah Marbot di 3 Provinsi
-
Indonesia Hilang 554 Ribu Hektare Sawah, Prabowo Perintahkan Lahan LP2B Tak Boleh Diubah Selamanya
-
Menteri ATR/BPN Libatkan Mahasiswa KKN untuk Kejar Target 6 Juta Sertifikat Tanah
Terpopuler
-
KPK Dalami Praktik Jual Beli Kuota Haji Lewat Direktur Marco Tour & Travel
-
Beban Kerja Tinggi, Pemprov DKI Setujui Penambahan Personel Satpol PP
-
Permenhut 6/2026 Jadi Kunci Stabilitas dan Kepastian Proyek Karbon di Indonesia
-
Menkeu Purbaya: Indonesia Masuk 'Survival Mode', Tak Ada Lagi Ruang Inefisiensi
-
Pernah Alami Trauma, Karina Suwandi Tak Kapok Bintangi Film Horor 'Tumbal Proyek'
Terkini
-
KPK Dalami Praktik Jual Beli Kuota Haji Lewat Direktur Marco Tour & Travel
-
Beban Kerja Tinggi, Pemprov DKI Setujui Penambahan Personel Satpol PP
-
Permenhut 6/2026 Jadi Kunci Stabilitas dan Kepastian Proyek Karbon di Indonesia
-
Menkeu Purbaya: Indonesia Masuk 'Survival Mode', Tak Ada Lagi Ruang Inefisiensi
-
Menaker Dorong Pemerataan Magang Nasional, Buka Peluang Lebar bagi Putra Daerah