Matamata.com - Dua jurnalis Palestina tewas dalam serangan Israel di Jalur Gaza pada Rabu (13/12/2023) kemarin. Israel dituduh mengaburkan fakta penyerangan yang sengaja mengincar para jurnalis tersebut.
Dua kematian jurnalis tersebut menambah daftar hitam Israel atas terbunuhnya para korban jurnalis menjadi 89 sejak 7 Oktober.
Ahmed Abu Absa dan Hanan Ayyad, kedua wartawan tersebut, gugur dalam serangan udara Israel," tulis keterangan media pemerintah Palestina dikutip, Kamis (14/12/2023).
Meskipun demikian, keterangan tersebut tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai kronologi kematian dua jurnalis itu.
Sehari sebelumnya, kantor berita tersebut menuduh tentara Israel sengaja membunuh wartawan Palestina untuk menyembunyikan fakta yang sebenarnya.
"Israel melancarkan serangan di Jalur Gaza melalui udara dan darat, menjalankan pengepungan, dan merespons serangan perlawanan Palestina Hamas sejak 7 Oktober," katanya.
Sejak saat itu, otoritas kesehatan Gaza melaporkan setidaknya 18.608 warga Palestina tewas dan 50.594 lainnya terluka.
Data resmi juga mencatat bahwa korban jiwa di pihak Israel mencapai 1.200 orang, sementara sekitar 139 orang masih ditahan.
Perang Palestina-Israel di Jalur Gaza masih terus terjadi meski serangan Israel ke Gaza terus membabi buta. Hamas Palestina juga melakukan balasan yang ikut menewaskan banyak tentara Israel.
Tak hanya soal serangan fisik, serangan digital ke kubu Israel juga mulai terlihat. Yordania yang ikut mendukung kemerdekaan Palestina juga meretas situs pemerintahan Israel beberapa waktu lalu.
Situs yang awalnya berbahasa Ibrani, kini diubah menjadi bahasa Inggris yang tertulis Israel tengah melakukan gencatan senjata. Meski begitu, Israel membantah bahwa pihaknya melakukan gencatan yang dimaksud.
Dukungan dari sejumlah negara untuk Palestina tak hanya dilakukan Yordania. Indonesia juga melakukan hal serupa dengan mengirim bantuan, termasuk menyerang melalui platform digital.
Hasilnya berpengaruh cukup signifikan. Tak sedikit akun-akun tentara Israel merasa terganggu dan menutup komentar mereka selama serangan digital yang dilakukan netizen Indonesia.
Berita Terkait
-
Pakar: Agresi Israel ke Lebanon Ganjal Kesepakatan Damai AS-Iran
-
Konflik Timur Tengah Memanas, Rupiah Melemah ke Rp18.107 per Dolar AS
-
Trump Klaim Israel dan Hizbullah Sepakat Hentikan Saling Serang
-
9 WNI Relawan Gaza Dibebaskan Israel, Komisi I DPR RI Apresiasi Diplomasi Kemlu
-
Kementerian HAM Siapkan Beasiswa Peliputan dan Perlindungan Jurnalis
Terpopuler
-
Tring! by Pegadaian FORESTRA 2026 Umumkan Jajaran Penampil Tahap 2, Merayakan Harmoni Musik dan Alam di Tengah Hutan
-
Menuju Panggung Internasional, Atlet Muda Indonesia Dibina dengan Jangka Panjang
-
Menkeu Purbaya Tambah Penempatan Dana Pemerintah Rp400 Triliun di Bank Himbara
-
ESDM Sempat Tahan Ekspor Batu Bara demi Amankan Listrik PLN
-
Menbud Fadli Zon Sebut Indonesia Masih Kekurangan 7.500 Layar Bioskop
Terkini
-
Menkeu Purbaya Tambah Penempatan Dana Pemerintah Rp400 Triliun di Bank Himbara
-
ESDM Sempat Tahan Ekspor Batu Bara demi Amankan Listrik PLN
-
Menbud Fadli Zon Sebut Indonesia Masih Kekurangan 7.500 Layar Bioskop
-
Mensesneg Prasetyo Hadi Resmi Ditunjuk Jadi Ketua Satgas Mitigasi PHK
-
Pemprov DKI Siapkan Anggaran LPDP Khusus Jakarta Rp100 Miliar untuk Tahun Depan