Matamata.com - Voting atau pemungutan suara mengenai resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) terkait penghentian perang di Gaza demi penyaluran bantuan telah ditunda untuk ketiga kalinya berturut-turut pada Rabu (20/12/2023) kemarin.
Kamis (21/12/2023) anggota Dewan Keamanan didesak untuk melakukan pemungutan suara mengenai resolusi tersebut, yang awalnya ditunda pada Senin (18/12/2023).
Rancangan resolusi, yang diajukan oleh Uni Emirat Arab (UEA), mendorong penghentian permusuhan secara segera guna memfasilitasi akses kemanusiaan yang aman dan tanpa hambatan, serta diupayakan untuk diterapkan secara berkelanjutan.
"Semua pihak yang terlibat dalam konflik ini, wajib untuk mematuhi aturan sesuai dengan hukum internasional," tulis keterangan UEA dikutip, Kamis.
Resolusi ini juga memuat permintaan agar mekanisme pemantauan PBB segera diimplementasikan. Pasalnya bantuan kemanusiaan untuk korban perang di Jalur Gaza nyaris terhenti dan dibatasi masuk.
Artinya sejumlah bantuan baik itu peralatan penunjang hingga konsumsi untuk para korban mengendap lama di truk-truk pengantar yang ditahan di perbatasan Gaza.
Sejauh perang meletus belum ada iktikad Israel untuk menghentikan perangnya. Sasaran yang dikalim untuk menyerang Hamas Palestina justru warga sipil terkena imbasnya. Tak sedikit warga sipil, terutama anak-anak dan perempuan jadi korban.
Sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, serangan Israel di Jalur Gaza telah menewaskan lebih dari 20.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai 52.586 lainnya, menurut otoritas kesehatan di wilayah tersebut.
Selain itu, serangan Israel menyebabkan setengah dari ketersediaan perumahan di Gaza rusak atau hancur, dan hampir dua juta orang terpaksa mengungsi dalam kondisi kekurangan makanan dan air bersih.
Dalam serangan tersebut, hampir 1.200 warga Israel dilaporkan tewas akibat serangan Hamas, sementara lebih dari 130 warga Israel masih disandera.
Berita Terkait
-
Wamenlu: Komite Nasional Dewan Perdamaian Gaza Bakal Diisi Teknokrat Palestina
-
MUI Desak Indonesia Mundur dari Board of Peace, Istana: Kami Akan Berdialog
-
RI Protes Keras Serangan Israel di Gaza, Tempuh Jalur Diplomasi Lewat Board of Peace
-
Gerbang Rafah Segera Dibuka, PBB Berharap Bantuan Kargo Bisa Segera Masuk Gaza
-
Di Sidang PBB, Rusia Tegaskan Israel Tak Lagi Punya Alasan Blokade Pintu Rafah
Terpopuler
-
Band 'Beringins', Lia Ladysta hingga Saipul Jamil, Rayakan Ultah Hj Erna Alif Rosnayni
-
Danantara Bukan Regulator, Pengamat: Kekhawatiran di Pasar Modal Terlalu Dini
-
Mendag Minta Produsen Perbanyak 'Second Brand' untuk Dampingi Minyakita
-
Menteri LH Hanif Faisol Instruksikan Pemda Konsisten Tangani Darurat Sampah
-
Xi Jinping Telepon Trump, Tegaskan Taiwan Garis Merah Hubungan China-AS
Terkini
-
Danantara Bukan Regulator, Pengamat: Kekhawatiran di Pasar Modal Terlalu Dini
-
Mendag Minta Produsen Perbanyak 'Second Brand' untuk Dampingi Minyakita
-
Menteri LH Hanif Faisol Instruksikan Pemda Konsisten Tangani Darurat Sampah
-
Xi Jinping Telepon Trump, Tegaskan Taiwan Garis Merah Hubungan China-AS
-
Kemenhut Cabut Izin Pengelola Bandung Zoo demi Selamatkan Satwa