Matamata.com - Sebuah rekaman diduga suara Abu Bakar Ba'asyir yang mendukung Anies Baswedan dalam Pilpres 2024 beredar di media sosial. Dalam narasinya disebutkan bahwa suara tersebut mengarahkan bahwa memilih pemimpin harus berlandaskan agama Islam.
Rekaman suara diduga Abu Bakar Ba'asyir itu pun mendapat tanggapan dari kubu paslon Anies-Muhaimin (AMIN). Namun mereka mengingatkan bahwa dengan didukungnya AMIN oleh Abu Bakar Ba'asyir tak perlu dikait-kaitkan dengan isu radikalisme.
Bukan tanpa alasan, Abu Bakar Ba'asyir sendiri merupakan salah satu orang yang bertanggungjawab atas Bom Bali I yang terjadi pada 2005 silam. Ia juga bertanggungjawab pada bom Hotel JW Mariot dan divonis kurungan penjara 2,5 tahun pada April 2004.
Menanggapi dukungan diduga dari rekaman suara Abu Bakar Ba'asyir, Jubir Tim Pemenangan AMIN, M Ramli Rahim mengatakan bahwa setiap WNI memiliki hak memilih presiden dan wakil presiden.
"Siapapun yang memang ingin mendukung Anies dan Cak Imin dibolehkan, apalagi jika yang bersangkutan punya hak pilih," ujar Ramli dikutip, Senin (15/1/2024).
Dukungan dari siapapun, kata Ramli tak menjadi masalah. Ia juga mengingatkan bagaimana pun latar belakang pemilih jangan dianggap sama atau merepresentasikan dengan paslon nomor urut 2.
"Jadi tak perlu dihubungkan kalau si A dukung capres B, maka dia radikal, ini politik identitas atau apa, tidak bisa disebut seperti itu," kata dia mengingatkan.
Ramli pun menganalogikan jika di sebuah lapas, mayoritas koruptor memberikan dukungan penuh terhadap salah satu cawapres, tentu tak sesuai jika disebutkan capres-cawapres itu juga koruptor.
"Jadi hal itu tak bisa disamakan seperti itu," ungkap dia.
Berita Terkait
-
Transformasi Jadi Parpol, Gerakan Rakyat Tegaskan Dukung Anies Baswedan di Pilpres
-
Prabowo di Munas PKS: Saya Tak Simpan Dendam pada Anies
-
Anies Baswedan Jenguk Tom Lembong di Rutan Cipinang Usai Kabar Abolisi dari Presiden
-
Ucapan Pendeta Gilbert Lumoindong ke Anies Baswedan Viral Lagi, Auto Diprotes: Masuk Politik Aja
-
Momen Anies Baswedan Beri Perhatian untuk Putri Ariani ketika Belum Populer, Bikin Haru: Jangan Merasa Kita Kecil
Terpopuler
-
KBM App Goes to Korea, Nikmatnya Strawberry Raksasa
-
Ketegangan Memuncak! Utusan Trump ke Israel Saat Armada Besar AS Bergerak ke Iran
-
Masih Rendah! Baru 35 Persen Pejabat Lapor Kekayaan, KPK Ingatkan Menteri hingga Kepala Daerah
-
Ingin Jadi Diplomat? Dubes Rusia Ajak Pelajar Indonesia Kuliah di MGIMO lewat Jalur Beasiswa
-
Denada Akui Ressa Rizky sebagai Anak Kandungnya dan Minta Maaf Telah Meninggalkan Sejak Bayi
Terkini
-
Ketegangan Memuncak! Utusan Trump ke Israel Saat Armada Besar AS Bergerak ke Iran
-
Masih Rendah! Baru 35 Persen Pejabat Lapor Kekayaan, KPK Ingatkan Menteri hingga Kepala Daerah
-
Ingin Jadi Diplomat? Dubes Rusia Ajak Pelajar Indonesia Kuliah di MGIMO lewat Jalur Beasiswa
-
Mensesneg: Pengisian Jabatan Kosong OJK Gunakan Jalur PAW, Tak Perlu Timsel
-
MUI Desak Indonesia Mundur dari Board of Peace, Istana: Kami Akan Berdialog