Matamata.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) menanggapi kabar yang menyebutkan tersangka kasus korupsi tata kelola minyak mentah, Muhammad Riza Chalid, berada di Malaysia. Informasi ini akan menjadi bahan pertimbangan penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) dalam pengusutan kasus tersebut.
“Setiap info akan didalami dan dijadikan masukan untuk tim penyidik,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, di Jakarta, Senin (28/7).
Menurut Anang, hingga kini tim masih melacak keberadaan Riza sekaligus mempersiapkan pemanggilan kedua setelah yang bersangkutan mangkir dari panggilan pertama tanpa memberikan konfirmasi.
“Yang jelas, tim masih akan memanggil yang bersangkutan untuk yang kedua kalinya sebagai tersangka karena panggilan pertama yang bersangkutan tidak hadir dan tidak ada konfirmasi,” tambahnya.
Riza Chalid diketahui merupakan salah satu dari delapan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina Subholding bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) periode 2018–2023. Dia ditetapkan sebagai tersangka saat berada di luar negeri.
Terkait kabar Riza telah menikah dengan kerabat sultan dari salah satu negara bagian di Malaysia, Anang menyebut pihaknya belum dapat memberikan kepastian.
Sementara itu, Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, memastikan Riza saat ini berada di Malaysia. Bahkan, ia menyebut Riza telah menikah sejak empat tahun lalu dengan perempuan yang memiliki hubungan kekerabatan dengan keluarga kerajaan.
“Dalam konteks ini saya sudah memastikan Riza Chalid ada di Malaysia, dan diduga sudah menikah dengan orang yang punya kekerabatan dengan raja atau sultan di Malaysia, empat tahun lalu,” kata Boyamin kepada ANTARA.
Ia juga menyebut lokasi keberadaan Riza diduga berada di wilayah Johor, Malaysia. Pernikahan itu, lanjutnya, diperkirakan terkait dengan kerabat sultan dari negara bagian berinisial J atau K.
“Sultan itu kalau tidak dari negara bagian J, dari negara bagian K,” ungkapnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Iran Diduga Serang Kapal Kargo Singapura di Selat Hormuz
-
Mendag Siapkan Rencana Naikkan Distribusi Minyakita via BUMN Pangan hingga 50 Persen
-
Danantara: Perdamaian AS-Iran Berdampak Positif Bagi Ekonomi RI dan Stabilitas Fiskal
-
Kejagung Sita Alphard Milik Tersangka Kasus Korupsi Makan Bergizi Gratis
-
Mendag Tegaskan HET Minyakita Tetap Rp15.700 per Liter, Fokus Perkuat Distribusi
Terpopuler
-
Menuju Panggung Internasional, Atlet Muda Indonesia Dibina dengan Jangka Panjang
-
Menkeu Purbaya Tambah Penempatan Dana Pemerintah Rp400 Triliun di Bank Himbara
-
ESDM Sempat Tahan Ekspor Batu Bara demi Amankan Listrik PLN
-
Menbud Fadli Zon Sebut Indonesia Masih Kekurangan 7.500 Layar Bioskop
-
Kisahkan Tragedi Tsunami Aceh! Abidzar hingga Cinta Brian, Ungkap Sinetron 'Lautan Cinta'
Terkini
-
Menkeu Purbaya Tambah Penempatan Dana Pemerintah Rp400 Triliun di Bank Himbara
-
ESDM Sempat Tahan Ekspor Batu Bara demi Amankan Listrik PLN
-
Menbud Fadli Zon Sebut Indonesia Masih Kekurangan 7.500 Layar Bioskop
-
Mensesneg Prasetyo Hadi Resmi Ditunjuk Jadi Ketua Satgas Mitigasi PHK
-
Pemprov DKI Siapkan Anggaran LPDP Khusus Jakarta Rp100 Miliar untuk Tahun Depan