Matamata.com - Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan potensi besar di balik operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sekitar enam juta liter minyak jelantah yang dihasilkan dari program ini diproyeksikan menjadi motor penggerak energi hijau dan ekonomi sirkular nasional.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diperkirakan menghasilkan 500 hingga 590 liter minyak jelantah per bulan. Dengan target 17.200 unit SPPG di Pulau Jawa, volume limbah minyak goreng ini mencapai angka yang fantastis.
"Jika dikalikan 500 liter, kurang lebih akan ada sekitar 6 juta liter minyak jelantah per bulan," ujar Dadan dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (8/5).
Dadan memaparkan, setiap SPPG rata-rata menghabiskan 800 liter minyak goreng bulanan. Menariknya, sekitar 70 persen dari penggunaan tersebut berakhir menjadi jelantah karena BGN menerapkan standar kesehatan yang ketat dalam pengolahan makanan.
"Di BGN, minyak tidak boleh digunakan berulang kali. Maksimal rata-rata hanya tiga kali penggorengan, setelah itu menjadi jelantah. Hal ini demi menjaga kualitas gizi bagi penerima manfaat," tegasnya.
Selain pengelolaan limbah, BGN mulai mengintegrasikan energi bersih dalam operasionalnya. Di beberapa wilayah, SPPG diarahkan menggunakan jaringan gas alam dan Compressed Natural Gas (CNG) untuk menciptakan sistem energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Dadan optimistis kolaborasi pengembangan energi hijau berbasis ekonomi sirkular ini akan memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi.
"Ini langkah awal kolaborasi kita. Minyak yang tadinya sampah menjadi bernilai; yang tadinya dibuang, kini menjadi uang," pungkas Dadan. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
KPK Pastikan Tak Duplikasi Kasus Korupsi Makan Bergizi Gratis yang Ditangani Kejagung
-
Libur Sekolah 2026, Makan Bergizi Gratis di Depok Dihentikan Sementara
-
Kejagung Sita Alphard Milik Tersangka Kasus Korupsi Makan Bergizi Gratis
-
Program B50 Berlaku 1 Juli, Pemerintah Targetkan Bebas Impor Solar dan Hemat Devisa Rp157 Triliun
-
Wapres Gibran Tinjau Makan Bergizi Gratis di Ende, Soroti Makanan Dingin dan Kelas Gelap
Terpopuler
-
Komunitas Rider Kalisari R2L, Gelar Touring Kebersamaan ke Bogor
-
Ingin Karyanya Lebih Bernyawa, Anggia Novita Optimistis Produseri Soundtrack Film 'Juminten Edan'
-
Pupuk Indonesia Sediakan 6 Mobil Uji Tanah Gratis di Sumatera demi Ketahanan Pangan
-
Sepakat Berkolaborasi! Hard Lights, BEAUZ, dan Solar State, Rilis Lagu 'Mad World'
-
Kuras Emosi! Auzan Noh dan Syakir Daulay Kompak Bintangi Film 'Dua Nafas'
Terkini
-
Pupuk Indonesia Sediakan 6 Mobil Uji Tanah Gratis di Sumatera demi Ketahanan Pangan
-
PDIP Tegaskan Posisi Politik Penyeimbang Pemerintahan Prabowo Subianto
-
Susunan Pemain Turki vs Paraguay Piala Dunia 2026: Arda Guler Starter
-
KPK Pastikan Tak Duplikasi Kasus Korupsi Makan Bergizi Gratis yang Ditangani Kejagung
-
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri Usai Ditangkap, Kuasa Hukum Buka Suara