Matamata.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, pemerintah pusat mengalokasikan Rp1.333 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 untuk membantu masyarakat miskin dan kelompok berpenghasilan rendah.
“Anggaran pemerintah pusat yang langsung dinikmati oleh masyarakat, terutama kelompok bawah, mencapai Rp1.333 triliun untuk tahun ini,” ujar Sri Mulyani dalam Sarasehan Nasional Ekonomi Syariah Refleksi Kemerdekaan RI 2025 di Jakarta, Rabu (13/8).
Dana tersebut disalurkan melalui berbagai program, antara lain Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sosial sembako, pembiayaan bagi UMKM, layanan kesehatan dan pendidikan, serta dukungan ketahanan pangan dan energi.
Sri Mulyani menambahkan, anggaran belanja pemerintah pusat yang diterima langsung masyarakat pada 2026 akan lebih besar. “Dua hari lagi Presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan untuk tahun depan, dan angkanya akan lebih besar lagi,” katanya.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, realisasi belanja negara hingga semester I 2025 mencapai Rp1.407,1 triliun atau 38,8 persen dari target APBN. Angka ini terdiri atas belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.006,5 triliun dan transfer ke daerah Rp400,6 triliun. Secara tahunan, belanja negara tumbuh 0,6 persen (yoy).
Pertumbuhan tersebut mencerminkan kebijakan countercyclical pemerintah di tengah dinamika global dan regional. Fokus belanja diarahkan pada pencapaian target pembangunan pendidikan, kesehatan, penguatan ekonomi daerah melalui program makan bergizi gratis, pemberdayaan desa, dan UMKM.
Selain itu, anggaran juga diperuntukkan bagi program prioritas nasional, termasuk ketahanan pangan dan energi. Untuk RAPBN 2026, pemerintah dan DPR mematok belanja negara pada kisaran 14,19–14,83 persen produk domestik bruto (PDB), terdiri atas belanja pemerintah pusat 11,41–11,94 persen PDB dan transfer ke daerah 2,78–2,89 persen PDB. (Antara)
Berita Terkait
-
Permenhut 6/2026 Jadi Kunci Stabilitas dan Kepastian Proyek Karbon di Indonesia
-
Menkeu Purbaya: Indonesia Masuk 'Survival Mode', Tak Ada Lagi Ruang Inefisiensi
-
Kementan: Industri Sawit Indonesia Ramah Lingkungan dan Siap Menuju B50
-
Jepang Sebut Indonesia Destinasi Investasi Menjanjikan, Sektor Otomotif Jadi Andalan
-
Rupiah Melemah Tembus Rp17.289, Menko Airlangga Sebut Akibat Gejolak Global
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
-
KPK Dorong Reformasi Politik, Serahkan Rekomendasi Tata Kelola Parpol ke Presiden dan DPR