Matamata.com - Anggota Komisi IV DPR, Rina Sa’adah, menilai pemerintah perlu memberikan dukungan terhadap modernisasi penggilingan beras skala kecil agar mampu menghasilkan produk dengan kualitas lebih seragam.
Ia menyoroti kelangkaan pasokan beras premium di ritel modern yang saat ini terjadi. Menurutnya, kondisi tersebut membuka peluang bagi penggilingan padi kecil dan pasar tradisional untuk kembali berperan dalam rantai pasok pangan.
"Selama ini, penggilingan besar menikmati keunggulan economies of scale, yakni kemampuan menekan biaya produksi per unit karena kapasitas yang besar. Kondisi ini sering membuat penggilingan kecil terpinggirkan," kata Rina di Jakarta, Senin (18/8).
Meski begitu, ia mengingatkan pemerintah agar tetap berhati-hati agar momentum ini tidak menimbulkan dampak negatif terhadap perekonomian. Kehadiran penggilingan kecil, kata dia, memang dapat membuat distribusi manfaat ekonomi lebih merata ke petani dan pasar tradisional, namun juga berisiko menimbulkan inefisiensi, fluktuasi harga, serta ketidakseragaman kualitas beras.
Oleh sebab itu, Rina menegaskan pentingnya pemerintah menjaga stabilitas harga gabah dan beras melalui cadangan pemerintah serta intervensi yang tepat waktu. Ia juga menekankan agar distribusi dan logistik berjalan efisien sehingga stok beras melimpah bisa tersalurkan secara merata ke seluruh daerah.
"Dengan pengawasan ketat dan tata kelola yang baik, pemerintah dapat menyeimbangkan efisiensi penggilingan besar dan pemerataan manfaat penggilingan kecil. Tujuannya jelas yaitu harga beras yang stabil, petani yang sejahtera, serta daya beli masyarakat yang tetap terjaga," ujarnya. (Antara)
Berita Terkait
-
DPR RI Minta Kemenlu Petakan Persebaran WNI di Meksiko Pasca-kerusuhan
-
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Dukung DPR Tunda Impor 105 Ribu Pikap asal India
-
DPR Ingatkan Perusahaan: THR Wajib Cair H-14, Pengawas Jangan Main-main Soal Sanksi
-
DPR Puji Kesepakatan Penghapusan Bea Masuk 1.819 Produk Indonesia ke Amerika Serikat
-
Mendiktisaintek Brian Yuliarto Dorong Kolaborasi Kampus-Industri untuk Hilirisasi Sawit
Terpopuler
-
Kemenag Siapkan Pembentukan Ditjen Pesantren, Fokus Urus 42 Ribu Lembaga
-
DPR RI Minta Kemenlu Petakan Persebaran WNI di Meksiko Pasca-kerusuhan
-
Baznas RI Tetapkan Nisab Zakat Penghasilan 2026 Sebesar Rp7,6 Juta Per Bulan
-
Menaker Yassierli Targetkan Program Magang Nasional 2026 Jangkau Seluruh Provinsi
-
Menko AHY Ingatkan Ekspansi Pusat Data Harus Perhatikan Ketahanan Air Nasional
Terkini
-
Kemenag Siapkan Pembentukan Ditjen Pesantren, Fokus Urus 42 Ribu Lembaga
-
DPR RI Minta Kemenlu Petakan Persebaran WNI di Meksiko Pasca-kerusuhan
-
Baznas RI Tetapkan Nisab Zakat Penghasilan 2026 Sebesar Rp7,6 Juta Per Bulan
-
Menaker Yassierli Targetkan Program Magang Nasional 2026 Jangkau Seluruh Provinsi
-
Menko AHY Ingatkan Ekspansi Pusat Data Harus Perhatikan Ketahanan Air Nasional