Matamata.com - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai kericuhan yang terjadi dalam aksi gabungan pengemudi ojek daring dan mahasiswa di Kota Bandung harus menjadi evaluasi bagi pemerintah untuk lebih mendengarkan aspirasi masyarakat.
“Mudah-mudahan ini jadi pelajaran untuk kami semua yang mengelola pemerintahan agar betul-betul memperhatikan dan mendengarkan suara dari masyarakat di bawah,” kata Farhan di Bandung, Sabtu (30/8).
Farhan mengaku prihatin melihat sejumlah fasilitas umum dan bangunan mengalami kerusakan akibat demonstrasi yang berujung ricuh.
“Ini rasa sedih saya karena kota yang kita cintai ini menjadi secara fisik terkoyak. Tapi saya yakin secara jiwa Kota Bandung dan warganya tidak akan pernah terkoyak dan selalu bersatu,” ujarnya.
Ia menegaskan Pemkot Bandung segera memperbaiki infrastruktur yang rusak, termasuk jalan serta lampu lalu lintas yang padam atau dirusak agar kembali berfungsi. Menurut dia, fasilitas publik itu menyangkut hajat hidup banyak orang sehingga pemulihannya perlu dilakukan segera.
Berdasarkan pengecekan, sedikitnya lima bangunan rusak berat, yakni rumah aset milik MPR RI di Jalan Diponegoro, rumah makan Sambara, satu rumah warga di Jalan Gempol, serta dua kantor bank di Jalan Ir H Djuanda.
“Dari pengecekan yang dilakukan, setidaknya ada lima bangunan rusak berat setelah dibakar hingga dilempari batu oleh para demonstran,” jelasnya.
Meski terjadi kerusuhan, Farhan memastikan ketersediaan bahan pangan tetap aman di Bandung.
“Suplai bahan makanan pokok semuanya masih tersedia dengan sangat baik,” katanya.
Ia menambahkan, Pemkot Bandung terus berkoordinasi dengan kepolisian, TNI, dan Forkopimda di Kota Bandung maupun Jawa Barat untuk menjaga keamanan tetap kondusif pascakerusuhan. (Antara)
Berita Terkait
-
Pengamat Sayangkan Pembubaran Diskusi Pejabat Negara di UGM: Kampus Harus Jadi Ruang Dialog
-
Hampir 90 Hari, Warga Teheran Turun ke Jalan Dukung Pemerintah Iran Lawan AS-Israel
-
Presiden Prabowo dan KSP Akan Hadiri Puncak Hari Buruh 2026 di Monas
-
KAA ke-71: Menbud Fadli Zon Tegaskan Budaya Sebagai Jembatan Perdamaian Dunia
-
Menlu RI: Evakuasi WNI di Iran Belum Diputuskan, Situasi Terus Dipantau
Terpopuler
-
Pengusaha Sandiana Soemarko, Mengedepankan Kepedulian Sosial di Indonesia
-
Didukung Sang Bunda, Jirayut jadi Pemeran Utama di Film 'Cek Khodam'
-
AS Dorong Diplomasi Energi Nuklir di ASEAN, Sebut Indonesia Punya Modal Kuat
-
Menko AHY: Penerbangan RI Mulai Gunakan SAF di 2027 demi Tekan Emisi
-
Mendes Yandri Bakal Digitalisasi Program Jaga Desa untuk Cegah Penyelewengan
Terkini
-
AS Dorong Diplomasi Energi Nuklir di ASEAN, Sebut Indonesia Punya Modal Kuat
-
Menko AHY: Penerbangan RI Mulai Gunakan SAF di 2027 demi Tekan Emisi
-
Mendes Yandri Bakal Digitalisasi Program Jaga Desa untuk Cegah Penyelewengan
-
Istri Mantan Menag Yaqut Apresiasi Langkah KPK Kabulkan Pembantaran Penahanan
-
Menteri ESDM Cari Solusi Kenaikan Harga Gas Industri demi Cegah PHK Massal