Matamata.com - Ketua Satuan Tugas Perumahan Hashim S. Djojohadikusumo menegaskan pembangunan perumahan sosial tidak hanya menjawab kebutuhan hunian layak, tetapi juga menjadi strategi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam pencanangan pra kerja sama Program Pembangunan 3 Juta Rumah di Jakarta, Rabu (18/9), Hashim menyebut program tersebut mampu memberikan dampak besar terhadap perekonomian melalui penciptaan jutaan unit apartemen dan rumah di pedesaan.
“Kita sudah hitung, dengan program 3 jutaan lebih apartemen dan rumah-rumah di pedesaan ini bisa mendongkrak, bisa menambah laju ekonomi nasional sampai 1, 1,5 sampai 2,5 persen per tahun. Saya kira dengan perumahan, kita bisa mencapai dan bisa melampaui target 8 persen laju ekonomi yang kita harapkan selama ini,” kata Hashim.
Hashim optimistis strategi ini mampu merealisasikan bahkan melampaui target pertumbuhan ekonomi nasional hingga delapan persen, sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Ini adalah salah satu program andalan dari program pemerintah Prabowo-Gibran, adalah perumahan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan perumahan sosial juga akan meningkatkan kualitas hidup generasi muda, khususnya milenial dan Gen Z, yang selama ini kesulitan memperoleh hunian layak dengan harga terjangkau.
Selain menciptakan ekosistem pembangunan berkelanjutan, Hashim menekankan pentingnya lokasi hunian strategis yang dekat dengan transportasi massal seperti MRT dan kereta api. Hal itu diyakini mampu meningkatkan efisiensi, mengurangi waktu tempuh, sekaligus memperbaiki kualitas hidup masyarakat.
“Maka, saya katakan tadi Indonesia bukan Indonesia gelap, Indonesia adalah Indonesia terang, dan salah satu program untuk membuat Indonesia terang adalah program perumahan sosial, dan kita mulai hari ini,” ucap Hashim.
Dalam kegiatan tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) serta investor asal Qatar, Al Qilaa International Group, menjalin kolaborasi untuk mewujudkan pembangunan tiga juta rumah.
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyebut kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan aset lahan KAI melalui konsep Transit Oriented Development (TOD).
Baca Juga
Pada tahap awal, sekitar 50.000 unit hunian akan dibangun di atas lahan milik PT KAI di kawasan Kampung Bandan, Kemayoran, Jakarta.
Proyek tersebut akan diwujudkan dalam bentuk hunian vertikal “smart towers” yang mengintegrasikan fasilitas modern seperti sekolah, taman bermain, ruang komunal, serta sistem hunian pintar untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (Antara)
Berita Terkait
-
Mendagri: Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Atasi Backlog Perumahan Nasional
-
Hashim Djojohadikusumo Ingatkan Jangan Korupsi, 141 Ribu Rusun Subsidi Mulai Dibangun di Meikarta
-
Anggota Komisi VI DPR: Perampingan BUMN Bisa Hemat Rp50 Triliun Tanpa PHK
-
Maruarar Sirait Usulkan Pemutihan BI Checking bagi Penerima Program Perumahan Subsidi
-
Hashim Akui Canggung Terima Bintang Mahaputera dari Presiden Prabowo
Terpopuler
-
Dukung Pembangunan Daerah, HIPMI Banten Gelar Rakerda hingga Forbisda 2026
-
Atasi Masalah Sampah! Warga Kalisari Kolaborasi dengan Anggota DPRD DKI Jakarta, Ryan Kurnia Ar Rahman
-
Tirukan Gaya Kibas dan Goyangan, Anita Sanzz Ingin Berduet dengan Penyanyi Lia Ladysta
-
Prabowo: Masih Ada Ribuan Triliun Kekayaan Negara yang Harus Diselamatkan
-
Prabowo Targetkan Dana Penyelamatan Negara Rp10 Triliun untuk Perbaikan Puskesmas dan Sekolah
Terkini
-
Prabowo: Masih Ada Ribuan Triliun Kekayaan Negara yang Harus Diselamatkan
-
Prabowo Targetkan Dana Penyelamatan Negara Rp10 Triliun untuk Perbaikan Puskesmas dan Sekolah
-
Kasus Korupsi Chromebook: Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara
-
WWF Ajak Masyarakat hingga Swasta Kolaborasi Promosikan Pangan Lokal
-
Menko Pangan Minta BGN Tingkatkan Serapan Telur Lewat Program Makan Bergizi Gratis